KSN: Bagaimana Bisa Merayakan May Day dengan Hura-Hura, Jika Nasib Buruh Masih Buruk

Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Buruh Sedunia, 1 Mei 2017, Konfederasi Serikat Nasional (KSN) melakukan aksi nasional pra-May Day pada 27 April 2017 di Jakarta. Sekitar 1.000 buruh dengan atribut serba Merah, ikut serta dalam aksi yang dimulai sejak pagi hari di Monas menuju kantor Kementerian BUMN.

Dalam aksi nasional kali ini, KSN mengajak seluruh rakyat pekerja melawan ekonomi politik kapitalisme yang selama ini dinilai sangat merugikan buruh. “Semakin hari, situasi hidup dapat kita rasakan terus memburuk. Tahun 2015 misalnya, Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. PP Pengupahan itu jelas ditujukan untuk melayani kepentingan kaum kapitalis,” ujar Koswara, Presiden Konfederasi Serikat Nasional.

Dengan menutup ruang partisipasi bagi rakyat pekerja untuk terlibat dalam penentuan upah melalui penetapan formula upah, PP Pengupahan tengah memperkokoh rezim politik upah murah. Hal ini berarti memberikan jalan lapang bagi pihak pengusaha untuk mengakumulasi keuntungan dari hasil keringat buruh.

Selain itu, dalam aksi nasional pra-May Day kali ini, KSN juga menyuarakan jaminan perlindungan sosial menyeluruh bagi rakyat pekerja. Di mana pemerintah wajib memberikan perlindungan sosial yang menyeluruh bagi rakyat. Selama ini, pemerintah dinilai belum memberikan perlindungan sosial yang menyeluruh bagi rakyat.

“Negara melepas tanggungjawabnya dalam memberikan perlindungan sosial bagi rakyatnya. Alih-alih menjadi kewajiban yang dipenuhi oleh negara, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai program layanan kesehatan justru dibebankan kepada rakyat pekerja itu sendiri melalui skema iuran,” sambungnya.

Presiden KSN, Koswara, saat melakukan wawancara dengan awak media.

Selain di Kementerian BUMN, aksi juga dilangsungkan di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan di kantor pusat KFC, di mana ada kasus dengan perusahaan yang sampai sekarang belum terselesaikan.

Di Kementerian Ketenagakerjaan, massa aksi buruh menyatakan akan tetap melakukan aksi nasional pada peringatan May Day nanti. Sebelumnya, Kemnaker telah mengeluarkan surat himbauan ke Gubernur se-Indonesia, agar peringatan May Day tidak dilakukan dalam bentuk unjuk rasa.

Koswara mengatakan bahwa Menaker Hanif Dhakiri mengundang pimpinan KSN untuk makan bersama merayakan May Day 2017. Namun undangan tersebut ditampik, karena dianggap merendahkan gerakan buruh pada May Day. “May Day bukanlah hari untuk tamasya, gerak jalan, atau mengadakan perlombaan seperti yang dihimbau Menaker Hanif Dhakiri. Kami akan merayakan May Day dengan aksi massa,” terangnya.

Menurutnya, buruh tidak bisa melakukan peringatan May Day dengan bersantai, atau bentuk pesta lainnya karena nasib buruh saat ini masih dirasakan buruk. “Bagaimana kita bisa bersantai, berhura2 merayakan May Day kalau nasib kita masih menderita, masih terancam PHK,” kata Koswara dalam orasinya.

Sedianya pada tanggal 1 Mei 2017 nanti, KSN akan melakukan aksi secara serentak di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sulawesi, dan daerah lainnya. “Kita akan memobilisir Aksi Massa secara serentak. Tidak ada perlombaan, atau hura-hura yang kami lakukan,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, massa aksi masih berada di Kantor KFC di Pancoran, Jakarta Selatan. Selain dari buruh, aksi massa hari ini juga diikuti oleh Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Konfederasi Perjuangan Rakyat Indonesia (KPRI), Partai Rakyat Pekerja (PRP), Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI), Serikat Maintenance Jabodetabek (SMJ), dan Konsolidasi Mahasiswa Unpad (KMU). (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]