Serikat Pekerja Panasonic Gobel Sambut May Day dengan Tema “Mayday is Compliance Day”

Jakarta – Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) akan menyambut peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei, dengan sejumlah kegiatan mulai dari olahraga, Porseni FSPPG (volley ball, futsal, tenis meja, bulutangkis), donor darah, pendaftaran beasiswa, mudik nyaman, lomba mancing, buruh mengaji, memancing, memasak, funbike, games anak karyawan, dan lain-lain.

Rangkaian kegiatan tersebut akan diselenggarakan oleh FSPPG mulai dari tanggal 9 April sampai dengan 1 Mei 2017. Seluruh kegiatan tersebut akan dibiayai oleh serikat pekerja. Demikian disampaikan oleh Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi melalui siaran persnya yang diwartakan oleh antaranews.com.
Adapun tema dari rangkaian acara menyambut hari buruh yang biasa disebut dengan May Day itu adalah “Mayday is Compliance Day”. “Tema ini untuk mengingatkan kepada stakeholder ketenagakerjaan agar patuh, dan taat terhadap regulasi yang telah dibuat dan disepakati,” ujar Djoko Wahyudi.

Menurutnya, pilihan kegiatan tersebut tidak akan menghilangkan isu atau persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi buruh pada saat ini. Dengan mengubah kebiasaan peringatan May Day dari aksi unjuk rasa menjadi kegiatan positif, tidak akan pula menghilangkan roh kalangan buruh dalam memperjuangkan tingkat kesejahteraan.
“Saya rasa, demo adalah salah satu pilihan kendaraan dalam menyuarakan persoalan ketenagakerjaan. Kita juga bisa menyuarakan isu ketenagakerjaan melalui kegiatan lain,” jelas Djoko.

Djoko menjelaskan bahwa sangat penting untuk buruh dalam peringatan May Day ini menyampaikan gagasan, isu dan ide tentang ketenagakerjaan yang dilakukan setelah ada kajian dari seluruh aspek ketenagakerjaan, terkatit dengan efektivitasnya.

Ia juga melihat bahwa efek negatif dari maraknya aksi unjuk rasa dari buruh pada May Day adalah berkurangnya jumlah buruh yang ikut dalam serikat pekerja, di mana dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini mengalami penurunan sampai dengan 700 ribu orang. “Tentu banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan jumlah anggota serikat pekerja. Tapi, salah satunya adalah aksi demo yang pada akhirnya tidak melahirkan kesepakatan,” lanjutnya. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]