Berapa Jam Anda Lembur Bulan Ini? Berapa Upah Yang Anda Dapatkan?

Beberapa tahun lalu, saya pernah berdiskusi dengan buruh yang bekerja di sebuah retail. Mereka bercerita bahwa dalam pergantian shift kerja, shift sore harus datang 30 menit lebih awal. Buruh yang kerja shift 1 harus pulang lebih lambat 30 menit. Alasannya untuk pergantian tugas dibutuhkan waktu.

Untuk dua orang, maka total waktu yang disumbangkan adalah 60 menit alias 1 jam. Di toko itu, ada 300 orang yang bekerja dengan sistem shift. Namun dalam kenyataannya, setiap buruh menghabiskan waktu lebih dari 30 menit. Mereka harus tetap melayani pembeli lalu, berjalan ke loker untuk ganti pakaian sehingga setiap buruh bisa terlambat pulang minimal 1 jam.

Nah, perhitungan detail di lapangan seperti ini tak pernah dibahas, padahal jika diakumulasikan selama bertahun-tahun bekerja, jumlah waktu yang dikeluarkan oleh seorang bekerja bisa sangat banyak. Sementara jumlah waktu tersebut tak pernah dihitung sebagai kerja, dan mendapatkan uang pengganti.

Ketentuan Upah Lembur
Ketentuan tentang waktu kerja lembur dan upah kerja lembur diatur dalam Undang –Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khusunya di Pasal 78 ayat (2), (4), dan Pasal 85. Lebih lengkapnya juga diatur dalam Kepmenakertrans Nomor 102/MEN/VI/2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur.

Menurut undang-undang, bekerja lebih dari 8 jam maka harus dihitung lembur. Rumus perhitungan upah lembur 1/173 x upah. Pada waktu itu, upahnya sekitar Rp2.650.000. Maka perhitungan upah lembur per jam adalah 1/173 x Rp2.650.000 = Rp15.317/jam. Undang-undang mengatakan, upah lembur pertama dibayarkan 1,5 x upah lembuir perjam. Maka upah lembur pada jam pertama adalah sebesar Rp22.975.

Kalau masing-masing buruh lembur 30 menit, maka perhitungan lemburnya adalah (1/2 x Rp. 22.975) x 300 orang = Rp3.446.250. Dengan asumsi waktu kerja sebulan 25 hari, maka jumlah total upah lembur perbulan untuk 300 orang adalah Rp3.446.250 x 25 hari kerja = Rp86.156.250.

Lalu saya bertanya, ada berapa buruh kontrak/outsourcing/daily worker di toko itu? Mereka menjawab mulai dari office boy, tukang bongkar muat, satpam dll, berjumlah 25 orang. Dengan upah Rp.2.650.000 x 25 orang = Rp.66.250.000. Kesimpulannya adalah: Majikanmu menggaji sebanyak 25 buruh kontrak/outsourcing dan daily worker dengan mencuri upah lemburmudan masih punya kelebihan 19.906.250 atau setara dengan 7,5 x upah bulananmu).

Tulisan pendek ini, hanya ingin mengajak kawan-kawan untuk memahami bahwa bekerja menurut undang-undang adalah 8 jam kerja, selebihnya harus dihitung lembur dan lembur itu sifatnya sukarela, bukan paksaan. Saya curiga, salah satu sumber kekayaan para majikan, selain dari menjual hasil produksi, porsi terbesarnya justru karena mencuri upahmu.

Kondisi yang terjadi juga di beberapa sektor :

  1. Buruh garmen, bisa kerja 12 jam perhari, tidak dihitung lembur dengan upah hasil penangguhan 80% dari UMK.
  2. Buruh konstruksi, bekerja 12 jam tanpa istirahat dengan hitungan jam lembur mati. Atau jam ke-1 sampai ke-4 dihitung sama.
  3. Buruh transportasi, kerja 12 jam dan upahnya flat tanpa perhitungan lembur.

Persoalan lembur dan upah lembur yang tak dibayarkan tentu saja bukan hanya terjadi di tiga sektor produksi yang saya sebutkan di atas. Namun saya yakin hal ini juga banyak terjadi di berbagai sektor industri lainnya, tak terkecuali dengan para buruh kerah putih yang ada di kantor-kantor gedung pencakar langit.

Namun persoalan ini bisa jadi tidak diketahui oleh para buruh, ataupun jika diketahui, akan dianggap sebagai hal yang biasa, dan tak perlu dihitung, tak perlu perhitungan. Pemakluman. Padahal saya yakin akumulasi upah lembur yang tak dibayarkan sangat besar jumlahnya, dan memberikan keuntungan bagi pengusaha.

Menghitung Upah Lembur
Jam pertama 1,5 x 1/173 x Upah Sebulan
Jam kedua dan ketiga: 2 x 1/173 x Upah Sebulan

Adapun pengertian upah Sebulan adalah 100% upah, bila upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap. Atau 75% upah, bila upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Dengan ketentuan upah sebulan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum yang berlaku.

Contoh:
Jam kerja Paijo adalah 8 jam sehari/40 jam seminggu. Ia harus melakukan kerja lembur selama 3 jam dalam satu hari. Gaji yang didapat Paijo adalah Rp3.300.000/bulan (UMP DKI Jakarta). Berapa upah lembur yang didapat Paijo?

Paijo melakukan kerja lembur total adalah 3 jam. Take home pay Paijo berupa Gaji pokok dan tunjangan tetap berarti Upah sebulan = 100% upah.

Sesuai dengan rumus maka Upah Lembur Paijo adalah:
1 jam pertama: 1 x 1,5 x 1/173 x 3,3 juta = 28.612
2 jam berikutnya 2 x 1/173 x 3,3 juta = 38.150
Jika dalam sehari lembur selama tiga jam, maka 28.612 + 38.150 = 66.762
Sehingga pada saat Paijo meneripa gaji di akhir bulan, maka jumlah gajinya adalah Rp3.366.762

Lalu, dalam satu bulan ini, berapa jam anda bekerja lembur? Dengan rumusan di atas, silahkan anda hitung berapa jam kerja lembur anda dan berapa gaji anda di akhir bulan nanti. Selamat menghitung.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Khamid Istakhori

Khamid Istakhori

Aktif di Serikat Buruh Kerakyatan (Serbuk) Indonesia, yang berafiliasi di Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI). Departemen Pengembangan Organisasi, DEN KPBI.