Pidato Perwakilan WFTU di Seminar Buruh Perempuan di China, 27 Maret 2017

Kawan-kawan dan kolega yang terhormat,

Kami ucapkan salam hangat dari World Federation of Trade Union (WFTU) yang mewakili 92 juta anggota di 126 negara di seluruh dunia.

Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kepemimpinan All-China Federation of Trade Unions (ACFTU) yang telah menyelenggarakan seminar selama sembilan tahun berturut-turut. Seminar ini adalah kelanjutan dari hubungan erat antara WFTU dan ACFTU.

Kehadiran kawan-kawan pada hari ini membuat kami sangat bahagia dan optimis akan masa depan, dan ami kami sampaikan pula salam hangat kepada para perempuan yang hadir hari ini dari empat penjuru dunia.

Dengan kehadiran kami di sini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa isu perempuan bukanlah sekadar untuk didiskusikan demi merawat ingatan. Melainkan ini adalah isu yang penting bagi kita kaum buruh perempuan untuk didiskusikan setiap hari, dengan dengan gagah-berani karena permasalahan-permasalahan yang dulu dihadapi oleh para Ibu dan Nenek kita masih saja terus berlanjut tanpa penyelesaian di banyak tempat di dunia.

Atas alasan inilah kita mengambil tindakan berdasarkan satu-satunya kriteria dan inilah yang ingin kita garis bawahi hari ini pada kesempatan ini. Panduan kita adalah kebutuhan sosial terkini kaum perempuan, di manapun mereka hidup.

Jika kita hanya membahas isu hubungan kerja atau jaminan sosial, kita akan melihat dengan jelas kesenjangan antara kebutuhan kita yang semakin meningkat dengan nilai manfaat yang ada saat ini. Berapa kali kita, kaum buruh perempuan mendapati diri kita terpaksa memprioritaskan kebutuhan mana yang harus didahulukan: pengobatan, kebutuhan dapur atau yang lainnya?

Kondisi-kondisi ini serupa dengan terori, dan bisa membuat seorang perempuan menerima apapun bentuk pengurangan upah, lembur yang tidak dibayar, kondisi kerja yang tidak aman atau bahkan pelanggaran terhadap hak keibuan (maternitas), dengan menyerahkan keputusan untuk memilki seorang anak atas ijin majikan.

Disamping itu, ada beberapa contoh kasus kondisi kerja yang tidak aman, hubungan kerja yang lentur tanpa kepastian dan pemotongan upah di tempat kerja dimana buruh-buruh perempuan usia muda adalah mayoritas. Belum lagi kondisi petani perempuan yang lebih buruk, di beberapa negara atau benua setiap tahun kondisinya semakin memburuk.

Bagi WFTU, perbaikan terus-menerus atas kondisi buruh perempuan adalah salah satu tugas paling mendasar. Adalah benar bahwa kaum buruh perempuan telah mendapatkan hak-hak pentingnya dalam hal kondisi kerja, upah dan jaminan sosial dalam satu abad terakhir ini. Hak-hak ini didapatkan melalui upaya-upaya kolektif dan perjuangan-perjuangan penting.

Namun sayangnya, banyak dari hak-hak ini yang kemudian dirampas kembali dalam beberapa periode akhir ini dan kondisi kaum buruh perempuan tetaplah sulit dalam beberapa tingkatan:

  • Mereka umumnya diupah lebih rendah dibandingkan buruh laki-laki.
  • Selain bekerja mencari nafkah, mereka juga dibebani kerja-kerja rumah tangga.
  • Beberapa kali buruh migran perempuan menjadi korban rasisme dan xenophobia.
  • Buruh perempuan identik dengan kerja-kerja gelap.
  • Banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan rumah tangga.

Ini adalah ringkasan dari gambaran umum dari betapa buruknya kondisi kaum buruh perempuan. Pertanyaannya adalah apakah bagi kita arti sesungguhnya dari perbaikan kondisi kaum buruh perempuan?

WFTU mendukung prakondisi-prakondisi untuk perbaikan kondisi kehidupan kaum buruh perempuan berikut ini:

  1. Kerja yang pasti berikut hak-haknya.
  2. Upah yang layak dan perlindungan asuransi penuh.
  3. Perwakilan yang berimbang dalam pusat-pusat pengambilan keputusan.
  4. Kesempatan untuk berkembang dan akses atas posisi pekerjaan yang memiliki tanggung jawab.
  5. Penghargaan atas keberagaman dalam hal jender, agama, bahasa, warna kulit dsb.
  6. Akses penuh dan setara atas pendidikan lanjutan dan pendidikan tinggi.

Bagi kami, pengiat serikat buruh perempuan, adalah penting untuk berperan serta dalam dewan serikat buruh dan menjadi yang terdepan dalam perjuangan membela hak-hak kaum buruh. Terlebih lagi kita juga harus tahu dalam semua perkembangan, dipersenjatai dengan informasi yang disediakan oleh media massa, dengan tujuan untuk secara terus-menerus meningkatkan taraf pendidikan kita.

Maka dengan ini kami menyimpulkan, bahwa kami ingin mempertegas kembali komitmen kami di hadapan kaum perempuan dari seluruh dunia untuk melanjutkan perjuangan demi perlindungan penuh dan gratis akan kebutuhan-kebutuhan mendasar kita (Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan).

Kami akan terus berjuang untuk kemajuan pencegahan, peningkatan kesehatan melalui kondisi lingkungan dan sosial yang layak dalam kerangka kerja sebuah masyarakat yang akan menyediakan layanan kesehatan publik, peran serta dalam pasar kerja dan dalam kegiatan-kegiatan sosial. dalam sebuah kerangka kerja yang akan menjamin pelayanan sosial yang berkualitas tinggi demi perlindungan terhadap kaum ibu.

Demi sebuah masyarakat dengan standar perlindungan tinggi bagi perempuan dengan disabilitas, perempuan berusia lanjut dan perempuan migran. Hingga tujuan kami tercapai, khususnya peran serta perempuan dalam proses produktif dan pembebasan kaum perempuan dari perbudakan rumah tangga.

Kawan-kawan dan saudari-saudari,

Kami percaya bahwa seminar adalah pelatihan penggiat serikat buruh yang sangat bermanfaat.

Kita semua akan kembali ke negara kita masing-masing untuk mengamalkan pengetahuan yang bermanfaat yang kita dapat dalam seminar ini dan akan meningkatkan posisi WFTU.

Terima kasih,

Anda Anastasaki

Sekretariat WFTU

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Ilham Jimbo

Ilham Jimbo

Bekerja dan tinggal di Bekasi. Aktif di Federasi Serikat Buruh Bekasi-KASBI.