Buruh Tirta Mulia Abadi di PHK, Sejumlah Organisasi Pro-Demokrasi Gelar Aksi Solidaritas

Makassar – Sejumlah organisasi masyarakat dan serikat buruh di Makassar melakukan aksi solidaritas untuk buruh yang mengalami intimidasi, kriminalisasi, serta pemberangusan serikat dan PHK di depan kantor pusat PT. Tirta Mulia Abadi (TMA) di Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar (5/4/2017).

Dalam aksi tersebut massa aksi menyerukan agar perusahaan mempekerjakan kembali buruh (Israwati, dkk) yang telah di PHK oleh pengusaha PT TMA beberapa bulan yang lalu, di mana sampai sekarang belum mendapat kejelasan. Massa aksi juga juga menyerukan agar segera menghentikan intimidasi, dan kriminaliasi terhadap buruh TMA yang bergabung dalam organisasi serikat buruh.

Sekitar pukul 10.30 WITA, massa aksi menduduki kantor pusat PT TMA dengan puluhan pihak kepolisian yang diturunkan untuk menjaga berlangsungnya aksi solidaritas tersebut. Namun dalam aksinya, pihak buruh tidak mendapat respon dari pihak perusahaan, bahkan terlihat pagar tertutup dengan rapat.

Sekitar pukul 12.30 WITA massa aksi bergeser ke kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sulawesi Selatan yang berkantor di Jalan Tamalan Rea. Sesampainya di kantor Disnaker Provinsi, massa aksi kembali berorasi, meminta pemerintah untuk segera menindaklanjuti pengusaha PT TMA yang tidak mengikuti aturan ketenagakerjaan.

Beberapa aparatus Disnaker menyambut kedatangan massa aksi dan menerima perwakilan buruh untuk melakukan dialog di ruang pertemuan Disanaker. Dalam pertemuan tersebut pihak Disnaker yang diwakili, Giawan, berjanji bahwa jika Surat Perintah Tugas (SPT) keluar dari pihak pengawasan provinsi, Jumat 7 April 2017, pihaknya akan turun langsung menangani kasus yang menimpa buruh PT TMA di Takalar.

“Jika surat perintah tugas (SPT) pengawasan, Jumat turun, maka kami akan turun langsung ke Takalar. Jika SPT belum keluar juga, kami akan usahakan minggu ini akan turun langsung ke perusahan produksi PT TMA,” tutur Giawan

Aksi tersebut kemudian disudahi usai pertemuan dengan Disnaker. Adapun organisasi yang ikut serta dalam aksi tersebut antara lain Gabungan Serikat Buruh Nusantara (GSBN), Front Mahasiswa Kerakyatan (FMK), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Pembebasan, Komunal, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Solidaritas Perempuan Anging Mammiri (SP-AM) Sul-Sel, Serikat Perempuan Indonesia (SRIKANDI), dan PMII Rayon Hukum UMI Makassar.

Tuntutan dalam aksi solidaritas untuk buruh TMA tersebut adalah menolak intimidasi, kriminalisasi, PHK, buruh PT TMA, hapus sistem kerja kontrak dan outsourching, hentikan pemberangusan serikat, dan tolak opah murah. (tam)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]