Untuk Setiap Robot di Pabrik, Rata-Rata Menyingkirkan 6,2 Orang Pekerja

Amerika – Sebuah riset di Amerika Serikat merilis data bahwa kehadiran robot yang dipasangkan di pabrik, akan mengurangi sekitar 6,2 jumlah tenaga kerja (orang). Laporan tersebut diterbitkan oleh Badan Nasional Penelitian Ekonomi, sebuah organisasi penelitian nirlaba.

Hasil penelitian yang ditulis oleh ekonom Daron Acemoglu dari Massachusetts Institute of Technology dan Pascual Restrepo dari Boston University menyatakan bahwa efek negatif dari penggunaan robot di pabrik akan mengambil alih semua jenis pekerjaan. “Kami melihat efek negatif dari robot yang pada dasarnya mengambil alih semua pekerjaan, kecuali manajer,” tulis peneliti itu seperti diwartakan oleh antaranews.com.

Mekanisasi dari sebuah industri di Amerika Serikat mulai menggantikan pekerja secara signifikan dan juga memotong upah mereka yang lebih jauh akan memotong secara signifikan biaya produksi dari sebuah pabrik.

Para peneliti memeriksa data ketenagakerjaan belasan tahun yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat dari tahun 1990 hingga 2007. Mereka juga menemukan bahwa untuk setiap robot yang ditambahkan pada 1.000 pekerja, semua upah berkurang antara 0,25% dan 0,5%.

Laporan itu menyatakan otomatisasi berdampak pada hampir semua orang dalam angkatan kerja, bukan hanya pekerja kasar yang berada pada posisi atau jabatan yang tidak memerlukan gelar sarjana. “Bisa ditebak, kategori utama yang mengalami penurunan yang cukup besar antara lain pekerjaan rutin manual, pekerja kelas rendah, operator dan pekerja perakitan, serta teknisi dan pekerja transportasi,” ujar laporan itu.

Saat ini jumlah robot yang dimanfaatkan oleh industri di Amerika relatif masih rendah, namun jika otomatisasi tersebut terus dilakukan dengan cepat, hal tersebut disinyalir akan mempengaruhi persekonomian karena semakin banyak orang tak bekerja. Dalam laporan itu mereka percaya bahwa kondisi di masa depan bisa menjadi lebih buruk.

Penyebaran robot dan otomatisasi industri diperkirakan akan diteruskan sampai dua dasawarsa berikutnya. “Dampak dari hal itu tentunya akan lebih besar di masa mendatang,” ujar laporan mereka. (idr)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]