Anggota FPBI-KPBI di Jakarta dan Lampung Hari Ini Aksi Cor Kaki

Jakarta – Aksi cor kaki di depan Istana Negara yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan warga pegunungan Kendeng dan sebagai penghormatan gugurnya Ibu Patmi, salah seorang warga Kendeng yang meninggal dunia dua hari lalu, masih berlanjut. Hari ini, 10 orang kembali menggelar aksi cor kaki kembali digelar di depan Istana Negara.

Salah satu orang yang ikut serta dalam aksi cor kaki tersebut adalah Herman Bep yang merupakan pengurus dari Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) yang berafiliasi pada Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI). Ia bersama dengan sembilan orang dari organisasi lain, hari ini melakukan aksi cor kaki.

Ketika ditanya oleh reporter Kabar Buruh di lapangan, Herman mengungkapkan kaitan eratnya antara perjuangan yang dilakukan oleh warga pegunungan Kendeng dengan perjuangan yang dilakukan oleh kalangan buruh. “Ketika Kendeng dieksploitasi dan mematikan sumber air, maka petani tak akan bisa bertani dan juga menambah pengangguran karena tidak ada lagi mata pencaharian,” ujarnya.

Sementara tenaga kerja yang terserap oleh pabrik semen, juga tak akan memiliki daya tawar terhadap perusahaan. Lapangan pekerjaan yang ada juga dinilainya tak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang hilang karena petani tak lagi memiliki alat produksi, akibat tanah dan airnya tergerus oleh pembangunan pabrik semen. “Tak ada kata lain, kelestarian Kendeng harus dijaga untuk petani,” tambahnya.

Dalam situasi seperti ini, Herman mengutarakan bahwa pemerintah harus mengambil sikap tegas dan keluar dari sistem ekonomi yang merugikan rakyat kecil. Jika pemerintah memang menyatakan diri sebagai pemerintahan prorakyat, seharusnya pemerintah pusat meminta kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mencabut izin pembangunan pabrik semen.

Ia juga menceritakan bagaimana antusiasme dan dukungan dari kalangan buruh di akar rumput terhadap perjuangan para petani pegunungan Kendeng. Solidaritas muncul dari buruh, lantaran keluarga para buruh juga berasal dari kalangan petani. “Kawan-kawan buruh di pabrik kebanyakan lahir dari rahim seorang petani. Jadi apa yang diperjuangkan warga Kendeng dalah perjuangan bagi hajat hidup orang banyak, dan mengingatkan mereka pada keluarga di kampung,” tuturnya.

Sementara itu, aksi serupa juga dilakukan oleh anggota FPBI-KPBI yang ada di Lampung pada hari yang sama. Sekitar tujuh orang yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat (KPR), beserta dengan puluhan massa aksi lain juga ikut serta melakukan aksi cor kaki sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap perjuangan petani pegunungan Kendeng. (phe)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]