Konfederasi Serikat Nasional Desak Ganjar Anulir Izin Pembangunan Pabrik Semen

Jakarta – Aksi penolakan pembangunan pabrik semen di pegunungan Kendeng, Jawa Tengah yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia semakin meluas. Berbagai dukungan kepada perjuangan warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, seperti dari kalangan serikat buruh.

Kali ini dukungan juga muncul dari Konfederasi Serikat Nasional (KSN). Dalam pernyataan sikapnya, KSN mendesak kepada Presiden Jokowi untuk segera membatalkan izin baru yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan memberikan perlindungan bagi petani.

KSN juga mendesak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menganulir izin yang dikeluarkannya, dan meminta maaf kepada publik secara terbuka khususnya kepada seluruh warga di pegunungan Kendeng.

Dalam pernyataan sikapnya, KSN menilai bahwa perjuangan yang dilakukan oleh petani Kendeng dilandasi oleh satu kesadaran bahwa kehadiran pabrik semen akan menghancurkan sumber mata air bagi ribuan keluarga dan ribuan hektar sawah.

Izin pembangunan pabrik semen itu sebetulnya telah dibatalkan lewat putusan peradilan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2016 silam. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru mengeluarkan Surat Keputusan baru No. 669.1/30 tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen PT Semen Indonesia Tbk di Kabupaten Rembang.

KSN secara spesifik juga mengkritik pemerintah pusat yang dianggap tidak memperhatikan keberatan yang diajukan oleh petani, maupun hasil PK di Mahkamah Agung. Bahkan dikabarkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno saat mendatangi pabrik semen pada 17 Maret 2017 yang lalu mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo ditargetkan akan meresmikan pabrik itu pada bulan April 2017.

Pembangunan pabrik semen bagi KSN adalah pembangunan yang berdiri di atas kepentingan kelas kapitalis (pemilik modal), dengan ambisi pembangunan mega proyek infrastruktur untuk menopang rantai pasok global (global supply chain). Bias kepentingan kapitalis ini dianggap telah meminggirkan kehidupan petani.

Petani yang terusir dari tanah kehidupannya akan dipaksa untuk menjadi pasukan pabrik, dan menjadi robot-robot pabrik. Terbatasnya ketersediaan lahan yang semakin menyusut telah menyempitkan lapangan pekerjaan dan dipaksa untuk berbondong-bondong masuk ke dalam pabrik, bekerja dengan menjual tenaga-kerja kami kepada kapitalis.

Oleh karena itu, atas dasar kesamaan pengalaman hidup, solidaritas dan perjuangan, KSN menyatakan mendukung sepenuhnya perjuangan petani di pegunungan Kendeng untuk mempertahankan tanah kehidupannya dan kelestarian Pegunungan Kendeng, dan menolak izin dan pengoperasian pabrik semen yang akan memberikan dampak ekologi bagi generasi mendatang. (yud)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]