KASBI: Buruh Grup PT Semen Indonesia Banyak Tak Dipenuhi Haknya

Jakarta — Aksi pasung semen yang dilakukan oleh para petani dari pegunungan Kendeng pada hari ini telah memasuki hari ke-8. Tuntutan 50 orang petani untuk bertemu dengan Presiden Jokowi sampai saat ini belum juga dipenuhi.

Pada aksi ke-8 hari ini mendapatkan solidaritas dari 10 aktivis perempuan dari Jakarta yang turut serta dipasung semen kakinya. Mereka menyatakan solidaritas dan menolak bahwa aksi pasung semen telah mengekspoitasi perempuan karena kaum perempuan mempunyai otoritas tubuh mereka, termasuk untuk digunakan demi melawan pembangunan pabrik semen.

Selain itu, dukungan juga muncul dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), yang menurunkan sekitar 25 anggotanya untuk membantu kelancaran aksi. Selain itu, mereka juga menyediakan satu buah mobil yang dipergunakan untuk mengangkut para petani yang melakukan aksi.

Sobirin, salah satu anggota KASBI dalam orasinya mengatakan dukungan dan solidaritas sepenuhnya terhadap perjuangan para petani dari pegunungan Kendeng. “Hari ini kami mendukung penuh aksi kawan-kawan dari Kendeng, menolak pembangunan pabrik semen di Kendeng,” ujar Sobirin.

Sobirin juga mengatakan bahwa pembangunan pabrik tak serta merta memberikan kesejahteraan pada rakyat. Ratusan anggota KASBI yang bekerja di grup PT Semen Indonesia seperti PT Semen Gresik, yang nyatanya berbagai hak buruh tidak diberikan secara penuh. Para buruh kerja dengan status kontrak, upah lembur yang tak dibayarkan, bahkan juga PHK.

“Anggota kami di grup Semen Indonesia tak sejahtera dan dipenuhi haknya, sekarang pemerintah bersama korporasi membangun pabrik dan menggusur para petani,” tegasnya.

Aksi yang dilakukan sejak pukul 14.00 WIB sempat diguyur hujan yang cukup deras, namun para petani dan ratusan massa yang bersolidaritas tetap melakukan aksinya. Mereka membuka aksi dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Pada pukul 15.00 WIB, sekitar 100 orang massa dari kelompok massa yang mendukung pendirian pabrik semen. Polisi memisahkan kedua kelompok massa tersebut dengan membuat barisan pagar betis. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]