Solidaritas Buruh Transportasi untuk Petani Rembang

Jakarta – Sejak hari Senin, 13 Maret 2017. Sekitar 10 orang petani dari rembang melakukan aksi “Pasung Semen Jilid II” di depan Istana Negara. Bentuk aksi ini cukup ekstrim, dengan mengecor kaki mereka dengan semen, sebagai simbol bahwa kehidupan mereka di Rembang saat ini tengah terpasung dan terancam dengan pembangunan pabrik semen.

Di tiap harinya, jumlah petani yang melakukan aksi tersebut bertambah hingga mencapai 50 orang petani yang menyemen kakinya. Solidaritas dan dukungan kepada para petani Rembang juga muncul dari berbagai kelompok masyarakat di Jakarta.

Salah satu kelompok masyarakat yang memberikan dukungan adalah Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI). Sekitar 20 orang laskar buruh datang dalam aksi pada Jumat, 17 Maret 2017. Sehari sebelumnya mereka juga ikut serta dalam aksi petani Rembang menolak pabrik semen.

Pada tanggal 17 Maret 2017, mereka bertugas mengawal dan memastikan aksi para petani berjalan lancar, dan juga termasuk membantu mereka mengangkat ke kendaraan dari tempat petani menginap di gedung YLBHI ke Istana Negara, dan sebaliknya.

Rasa solidaritas ini muncul dilandasi oleh nasib yang sama, bahwa yang berjuang dan yang ditindas di negara ini tidak hanya kaum buruh. Petani, pedagang kecil, nelayan kaum minoritas juga di perlakukan tidak adil di negeri ini.

Seorang buruh transportasi menyampaikan bahwa ternyata ada perjuangan yang lebih berat dari mereka. “Saya berlinang air mata melihat ibu-ibu yang berjuang sampai kakinya dicor gitu,” ujar salah seorang buruh. “Emang brengsek pemerintah sama kapitalis itu ya,” sahut buruh lainnya.

Tanah adalah sumber kehidupan bagi kaum petani dan rakyat. Apabila perampasan tanah dan alih fungsi tanah menjadi pabrik terus terjadi, mereka menilai akan terjadi kelangkaan kebutuhan pangan akan mengancam seluruh rakyat.

Ilhamsyah, Ketua FBTPI dalam kesempatan wawancara dengan awak Kabar Buruh mengatakan bahwa solidaritas dari buruh untuk mendukung dan membantu petani Kendeng menjalankan aksinya dengan lancar. “Kami mengirim dua mobil bak terbuka untuk membatu petani kendeng mengangkat dan mengantar mereka dari LBH Jakarta kenlokasi aksi di depan Istana Negara, dan mengantar kembali ke LBH jakarta setelah selesai aksi.

LASKAR Buruh bahu membahu bekerja bersama dengan relawan lain membantu petani Kendeng yang kakinyan dicor semen. “Bagi kami membantu petani Kendeng bukan hanya sekadar bersolidaritas, tapi yang lebih utama sebagai kerja kemanusiaan,” ungkapnya.

Ilhamsyah yang kerap disapa Boing melihat aksi solidaritas yang mereka berikan adalah untuk membangun rasa kepedulian antar sesama masyarakat yang menjadi korban dari kepentingan modal yang menindas rakyat. “Bagaimana menjelaskan kepada kaum buruh, bahwa kaum tani juga ditindas dan melihat langsung, datang langsung. Dengan cara itu akan lebih mudah menjelaskan dan membangun kesadaran bersama,” ujar Ilhamsyah.

 

Para buruh dari FBTPI juga bergantian mengundang petani Kendeng untuk menghadiri rapat akbar FBTPI yang akan dilakukan pada tanggal 19 Maret 2017 di Gelanggang Remaja Jakarta Utara. “Semoga perwakilan etani Kendeng dapat hadir dalam rapat akbar kita pada 19 Maret 2017 nanti, undangan sudah kita sampaikan,” pungkasnya.

Rapat akbar FBTPI itu merupakan ajang konsolidasi organisasi sebagai upaya dari para buruh untuk melawan domidasi kekuatan politik elit. Rapat akbar tersebut sedianya akan diikuti perwakilan dari berbagai daerah, diantaranya adalah Makasar, Lampung, Merak, Ujung Berung, Padalarang, Tegal, Semarang, Surabaya, Banyuwangi, Madiun dan Jakarta sebagai tuan rumah. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]