Di Jakarta, Sepanjang 2016 Tercatat Ada 5.093 Kecelakaan Kerja

Jakarta — Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Wilayah Jakarta melansir data kecelakaan kerja sepanjang tahun 2016. Tercatat sebanyak 5.093 kasus kecelakaan kerja, di mana 82% korban dari kecelakaan kerja ada pria dan 50% terjadi di tempat kerja.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah DKI Jakarta, Endro Sucahyono. Jumlah kasus kecelakaan kerja dengan korban pria sebanyak 4.178 orang, sementara wanita 915 orang. Adapun total klaim yang telah dibayarkan dari 5.093 kasus itu mencapai Rp155.439.546.800.

Sementara dalam kategori usia, tercatat sebanyak 1.129 pekerja yang menjadi korban berusia di bawah 25 tahun atau 22%, 964 pekerja yang menjadi korban berusia 26-30 tahun atau 19%.

“Dari jumlah kasus kecelakaan kerja sebanyak itu, sebanyak 60 peserta telah mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja- Return to Work (JKK-RTW),” tuturnya saat sosialisasi JKK-RTW di RS MMC, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017).

Dari 60 orang peserta program, 45 di antaranya sudah kembali bekerja, dan 15 orang lainnya masih menjalani proses terapi.

Endro Sucahyono mengatakan saat ini pihaknya sudah menggandeng 71 rumah sakit trauma center, 95 klinik atau fasilitas kesehatan, dan 7 BLKD atau pusat pelatihan yang ada untuk memudahkan para pekerja mendapatkan pelayanan terbaik.

Sementara itu pada saat yang bersamaan, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha yang telah mendukung program JKK-RTW ini.

Terhitung sejak tahun 2016, sebanyak 1.096 perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah mendukung program tersebut. Para pekerja yang bekerja di perusahaan tersebut secara otomatis mendapatkan perlindungan JKK-RTW jika sesuatu yang tidak diinginkan menimpa pekerja.

“Program JKK-RTW membantu pekerja yang mengalami kecelakaan kerja untuk bisa kembali bekerja dengan kondisi keterbatasan fisik yang diderita, bahkan mendapatkan keterampilan baru. Pekerja yang mengalami kecelakaan akan diberikan pendampingan sejak saat pengobatan, pemulihan pascapengobatan dan perawatan, hingga pelatihan kerja untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kondisi fisiknya,” ujar Khrisna. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]