Indonesia Kekurangan 2.676 Tenaga Pengawas Ketenagakerjaan

Jakarta – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Maruli Hasoloan, mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia mengalami kekurangan tenaga pengawas ketenagakerjaan sebanyak 2.676 orang.

Saat ini, jumlah tenaga pengawas ketenagakerjaan hanya berjumlah 1.776 orang saja yang bertugas untuk mengawasi sebanyak 265.209 perusahaan. Menurutnya, jumla ideal dari tenaga pengawas sebanyak 4.452 orang. Tercatat sebanyak 155 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota belum memiliki tenaga pengawas.

Kalangan buruh selama ini masih merasa bahwa kinerja tenaga pengawas masih sangat lemah, sehingga cukup banyak kasus pelanggaran hak-hak perburuhan yang dilakukan oleh perusahaan. Sementara pemerintah selalu berdalih bahwa kekurangan tenaga pengawas, sehingga tak mampu melakukan pemantauan setiap kasus perburuhan.

Namun demikian, Maruli Hasoloan tetap merasa optimis pengawasan ketenagakerjaan di Indonesia khususnya dalam hal K3 akan berjalan dengan baik. Optimisme tersebut dilandasi dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang bisa berfungsi untuk memperkuat peran, funsi dan independensi dari pengawas ketenagakerjaan.

Perlu dilakukan langkah-langkah konkret dalam melakukan pengawasan yang memberikan jaminan penerapan K3 serta penegakan peraturan di tempat kerja,” ujarnya seperti dikutip dalam laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan, naker.go.id.

Menurutnya, penyebab dasar dari permasalahan K3 di Indonesia adalah kesadaran akan pentingnya penerapan K3 di kalangan industri dan pekerja. Ia mengungkapkan pengetahuan K3 di kalangan pekerja masihlah rendah. “Sebagian besar tenaga kerja Indonesia baru mengetahui masalah K3 setelah memasuki dunia kerja, padahal pendidikan K3 perlu dilakukan sejak dini,” ungkapnya.

Pengawasan dengan pengukuran dan pengujian lingkungan kerja sangat diperlukan agar tidak memberikan dampak gangguan kesehatan tenaga kerja. “Penerapan K3 belum menjadi budaya dalam bekerja,” pungkasnya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]