4 Konfederasi Deklarasikan Komitmen Perlindungan Hak-Hak Buruh Perempuan

Jakarta — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) bersama-sama mendeklarasikan komitmen bersama untuk melakukan kampanye 14 Minggu Cuti melahirkan untuk perlindungan maternitas yang lebih baik bagi pekerja perempuan.

Ketua Komite Perempuan IndustriALL Indonesian Council, Seri Mangunah, di Jakarta (7/3/2017) menyebutkan berbagai bentuk perlindungan maternitas. “Perlindungan maternitas berarti kehamilan kelahiran yang sehat dan aman, waktu menyusui yang lebih lama, perlindungan dari diskriminasi kerja, keamanan kerja serta cuti melahirkan yang lebih lama,” kata Seri.

Seri menjelaskan, untuk perlindungan maternitas yang lebih menyeluruh, para pimpinan Konfederasi mendesak pemerintah Indonesia untuk segera meratifikasi Konvensi ILO No 183 tentang Perlindungan Maternitas. Di mana konvensi tersebut mensyaratkan bahwa waktu minimal untuk cuti malahirkan adalah 14 minggu.

Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, cuti melahirkan di Indonesia saat ini hanya bersikar 12 minggu. Masih tertinggal dari Vietnam dan India yang telah menerapkan cuti melahirkan selama 6 bulan lamanya.

Waktu cuti yang relatif singkat diperkirakan akan memberikan dampak bagi anak-anak buruh karena tidak mendapat air susu ibu yang memadai. “Dalam jangka waktu yang panjang, dapat dibayangkan kemunduran kualitas generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Pekerja perempuan yang sedang hamil kemudian sengaja mengambil cuti melahirkan dalam waktu yang berdekatan dengan masa melahirkan, sehingga keselamatan ibu dan bayi terancam karena pekerja perempuan tersebut pada beberapa kasus melahirkan di lokasi kerja. “Cuti melahirkan yang lebih lama akan memberikan perlindungan yang lebih terhadap pekerja/buruh perempuan dan bayinya sehingga derajat kesehatan perempuan menjadi lebih baik,” pungkas Seri.

Pengusaha dalam hal ini juga lalai dalam memenuhi tanggung jawabnya terkait penyediaan ruang laktasi dan waktu menyusui di tempat kerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama 3 Menteri (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No 49/Men.PP/XII/2008, Nomor PER.27/MEN/XII/2008, Nomor 177/Menkes/PB/XII/2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

Untuk memperjuangkan hal itu, sebuah deklarasi bersama dari 4 pimpinan konfederasi antara lain KSPI, KSBSI, KSPSI, dan KPBI telah ditandatangani. Deklarasi ini bertujuan untuk menyatukan dan meningkatkan kesadaran bersama dari seluruh konfederasi buruh dan anggota afiliasinya untuk memperkuat komitmen bersama dan melakukan kampanye bersama Perlindungan Maternitas di tempat kerja.

Adapun poin-poin besar dari deklarasi tersebut adalah;

1. Menyatukan dan menempatkan Perlindungan Maternitas di tempat kerja menjadi isu prioritas dari konfederasi dan seluruh anggota afiliasinya dalam kerja-kerja advokasi, tuntutan-tuntutan aksi dan pembaruan Perjanjian Kerja Bersama.

2. Mendorong seluruh serikat buruh yang merupakan anggota afiliasi konfederasi untuk memperbaharui pasal-pasal dalam perjanjian kerja bersama terkait perlindungan maternitas di tempat kerja. Serta penguatan strategi dan taktik bersama untuk saling mendukung dan memberi saran satu sama lain.

3. Konfederasi mendukung penuh upaya-upaya kampanye bersama 14 minggu cuti melahirkan melalui Kementerian terkait dan DPR RI, dalam kerangka tujuan agar pemerintah Indonesia segera meratifikasi Konvensi ILO Nomor 183 tentang Perlindungan Maternitas.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]