FSPEK-KASBI Kritik Program Pemagangan dan Pelatihan Semimiliter

Karawang — Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Karawang (FSPEK), Rusmita Gajahmada menyatakan kritiknya dengan rencana pemerintah Kabupaten Karawang yang akan melaksanakan program pemagangan bagi angkatan kerja baru yang dibarengi dengan pelatihan semimiliter.

Program pemagangan yang memang menjadi salah satu program unggulan dari pemerintahan Jokowi, dianggap sebagai sebagai program yang akan melemahkan perjuangan advokasi masalah-masalah perburuhan. Pasalnya pemagangan tak ubahnya sebagai sistem kerja kontrak dan outsourcing yang selama ini telah berjalan dan merugikan nasib kaum buruh.

Ia mengaku telah lama mengkritidi program pemagangan yang dijalankan oleh Pemda Karawang. “Dari awal, sistem kerja pemagangan ini sudah kita kritisi. Belajar dari persoalan sistem kerja kontrak dan outsorching yang sampai hari ini masih berjalan dan melemahkan perjuangan kaum buruh,” ujar Rusmita melalui sambungan telepon kepada reporter Kabar Buruh.

Lebih jauh ia menilai bahwa program pemagangan inj merupakan agenda besar dari politik upah murah, karena upah yang diberikan kepada buruh yang magang tidak sesuai dengan upah minimum. Sehingga pelaksanaan program ini justru akan menguntungkan pengusaha dan menjadi ancaman bagi kesejahteraan buruh.

“Berbagai pelanggaran perburuhan yang ada saja tak juga ada tindakan dan sanksi yang serius dari pemerintah, ditambah lagi pemagangan yang akan semakin merugikan buruh,” sambungnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengatakan akan mempersiapkan program pemagangan bagi 5.000 calon tenaga kerja pada tahun 2017 ini. Peserta magang akan diberikan upah sebesar sebesar 60% dari UMK Karawang atau senilai Rp2.160.000. “Mereka tidak akan menuntut apa pun jika kontrak magang diputus,” tutur Ahmad seperti diwartakan oleh tempo.co.

Bahkan dalam popgram tersebut, Pemda Karawang akan menyertai pelatihan semimiliter bagi para calon peserta magang yang akan mendapatkan pelatihan dari kepolisian dan TNI. “Selama satu hari satu malam, para peserta bakal digembleng langsung oleh Bupati Karawang,” kata Ahmad.

Tak dijelaskan lebih rinci bentuk dari penggemblengan semimiliter tersebut. Namun menurut Rusmita, program ketenagakerjaan tersebut semakn tidak jelas karena adanya pelatihan semimiliter kepada calon buruh. “Ini baru saya dengar dan akan coba saya selidiki lebih jauh. Kami khawatir program ini untuk semakin membunuh karakter buruh kedepannya,” timpal Rusmita.

Ia menduga efek selanjutnya dari pelatihan semimiliter ini bertujuan untuk membuat buruh menjadi patuh kepada perusahaan dan tidak kritis terhadap kebijakan perburuhan yang merugikan buruh. “Dengan pelatihan ini buruh dipatuhkan, sehingga tidak mau melakukan perjuangan ketika ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengusaha,” pungkasnya. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]