Menteri Perindustrian: Industri Manufaktur Butuh 500 Ribu Buruh per Tahun

Jakarta – Kementerian Perindustrian baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri. Aturan tersebut dikeluarkan untuk merespon kebutuhan akan tenaga kerja di industri manufaktur yang rata-rata membutuhkan 500 sampai 600 ribu tenaga kerja baru per tahun.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, jumlah buruh yang dibutuhkan di industri manufaktur terus mengalami peningkatan di tiap tahunnya. Data Kemenperin menyebutkan bahwa pada tahun 2006, jumlah buruh di industri manufaktur mencapai 11,89 juta orang. Sementara pada tahun 2016 meningkat menjadi 15,54 juta orang.

“Rata-rata kenaikan pekerja sekitar 400 ribu orang per tahun. Dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 5% – 6% per tahun, dibutuhkan 500 ribu sampai 600 ribu tenaga kerja baru di industri manufaktur per tahunnya,” ujar Menperin seperti diwartakan oleh liputan6.com.

Dengan dikeluarkannya aturan baru tersebut, Airlangga berharap dapat menciptakan tenga kerja yang terampil, sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Aturan tersebut akan menjadi pedoman bagi SMK dalam menyelenggarakan pendidikan kejuruan yang link and match dengan industri.

Untuk mencapai target jumlah tenaga kerja dalam program tersebut yang mencapai 1 juta orang tenaga kerja terampil pada 2019, Kemenperin sengaja melibatkan peran lebih dari 200 SMK di Indonesia, di mana SMK akan menyusun kurikulum yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar internasional.

Selain itu, SMK juga akan menyediakan kebutuhan minimum sarana dan prasarana untuk praktek seperti workshop atau laboratorium. Adapun untuk kebutuhan guru, SMK dapat memanfaatkan karyawan purnabakti atau silver expertdari industri.

Sementara itu, peran industri dalam hal ini di antaranya adalah memberikan masukan untuk penyelarasan kurikulum di SMK, memfasilitasi praktik kerja bagi siswa SMK dan magang bagi guru sesuai dengan program keahlian, menyediakan instruktur sebagai pembimbing praktik kerja dan magang, serta mengeluarkan sertifikat bagi siswa SMK dan guru.

Bagi perusahaan yang terlibat, Kemenperin akan mengusulkan pemberian insentif bagi perusahaan tersebut yang penetapannya akan disinambungkan dengan Menteri Keuangan.

Untuk tahap pertama peluncuran program itu, akan dilakukan di Jawa Timur pada akhir Februari 2017 yang melibatkan 50 perusahaan dan 261 SMK. “Dengan asumsi setiap SMK akan melibatkan 200 siswa, maka jumlah siswa yang siap diserap oleh sektor industri sebanyak 52.200 siswa,” ungkapnya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]