Kongres IV KSPI Ingin Mewujudkan Negara Kesejahtraan

Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), hari ini membuka Kongres Ke IV yang dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka Putih (7/2/2017). Sebelum kongres dimulai, beberapa agenda dilangsungkan dalam kongres tersebut, diantaranya adalah pemutaran film yang menceritakan tentang perjuangan Obon Tabroni, salah satu kader KSPI dan FSPMI yang akan maju di Pilkada Bekasi.

Dalam sambutannya di kongres tersebut, Obon Tabroni menjelaskan tentang perjuanganya dalam meloloskan diri menjadi calon Bupati di Bekasi melalui jalur independen. “Menurut saya, untuk saat sekarang gerakan buruh jarang membahas tentang politik, gerakan buruh hanya membahas tentang upah. Padahal semua kebijakan tidak terlepas dari politik. Makanya buruh harus berpolitik karena setiap kebijakan itu tidak lepas dari agenda politik,” ujar Obon.

Ia mencontohkan lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Selain itu, ia juga menceritakan bahwa sebenarnya dirinya lebih nyaman dalam aktifitas di gerakan buruh. “Tapi ini tentang cita-cita bersama, makanya saya memutuskan untuk mencalonkan Bupati di Kabupaten Bekasi,” sambungnya.

Selanjutnya acara pembukaan Kongres Ke IV KSPI dilanjutkan dengan penyampaian pidato-pidato oleh perwakilan berbagai serikat buruh dan tokoh masyarakat. Diantaranya adalah Ihamsyah dari Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI). Dalam sambutan politiknya, Ilhamsyah menjelaskan bawa gerakan buruh sekarang mengalami kemajuan, seperti kesadaran buruh yang sudah bergeser dan sudah di buktikan oleh kawan-kawan buruh di Bekasi.

“Dua tahun lalu, gerakan buruh melalui GBI sudah mendeklarasikan sikap politiknya dengan muncul menjadi gerakan rakyat untuk mengubah situasi saat ini. Artinya kita sudah mempunyai posisi tawar. Kita dari gerakan buruh juga jangan terjebak dari gerakan rasis,” ujar Ilhamsyah.

Menurutnya penting untuk membangun solidaritas internasional di antara kelas buruh tanpa membedakan sekat-sekat. “Semoga kongres KSPI bisa melahirkan pejuangan yang lebih baik dari sebelumnya, dan bisa menghasilkan perjuangan politik dalam kepemimpinan berikutnya” pungkas Ilahamsyah.

Presiden KSPSI Andy Ghani saat menyampaikan pidato (depan), didampingi Presiden KSPI Said Iqbal.

Selain itu hadir juga Presiden dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Andi Ghani. Ia memberikan sambutan yang menyatakan bahwa gerakan buruh harus lebih maju terutama dalam perjuangan politik, dan kita sudah membuktikan ketika kebijakan pengupahan ditetapkan tahun 2015.

“Waktu itu kita semua tetap berjuang bersama-bersama. Waktu aksi di depan istana saya sedang menjabat sebagai Komisaris PT Pembangunan Perumahan . Tapi saya ikut terlibat bersama buruh yang menolak PP 78 yang dibubarkan oleh aparat. Tentunya saya rela ketika berjuang bersama buruh jabatan komisaris saya dicopot, karena menurut saya perjuangan politik dengan kesejahtraan itu sangat berbeda,” kata Andi Ghani.

Sikap KSPI dalam Kongres ini, akan memutuskan pandangannya di dalam politik. Karena KSPI menilai buruh di Indonesia tetap miskin, padahal harus diakui bahwa suara buruh sangat besar, sekitar 60 juta. Tentu buruh merupakan bagian terpenting di negara ini dan tentunya serikat buruh harus menempatkan posisinya. KSPI sendiri dalam berbagai pernyataannya menyatakan tidak menolak investasi, akan tetapi harus ada perlindungan untuk buruh.

Tidak kurang dari 250 orang peserta hadir dalam Kongres ke IV yang beasal dari seluruh Indonesia. Sedangkan dari pengurus KSPI, turut hadir Majelis Nasional, Dewan Eksekutif Nasional, Perwakilan Daerah, hingga perwakilan afiliasi yang meliputi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Serikat Pekerja Nasional (SPN).

Juga hadir perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSPKEP), Asosiasi Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI), Federasi Serikat Pekerja Penerbitan Percatakan Media Indonesia (FSP PPMI), Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP Farkes Ref), dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Reformasi.

Pagi hari sebelum pembukaan kongres dimulai, terlebih dahulu digelar seminar terbuka yang mengusung tema “Welfare State/Negara Kesejahteraan” yang menghadirkan pembicara Direktur Utama BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, dan Pengamat Ekonomi Ichsanudin Nursi.

Serta seminar internasional perihal berbagi pengalaman gerakan buruh di belahan dunia lain, yang menghadirkan pembicara dari Industri All (Federasi Serikat Buruh Sektor Industri Dunia), Elias Hallaj dari Australia Labor Party, serta dari konfederasi buruh di Turki. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]