Debat Pilkada Kab Bekasi, Obon: Orang Bekasi Sulit Cari Kerja Di Kampung Sendiri

Jakarta – Senin, 6 februari 2017 berlangsung debat pertama pilkada calon bupati Kabupaten Bekasi yang disiarkan langsung di Kompas TV. Debat kali ini dihadiri oleh lima pasang calon bupati dan wakil bupati yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Debat ini terdiri dari lima sesi yang membahas mengenai visi misi tiap pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Pertanyaan sesi pertama dan kedua telah disiapkan oleh tim perumus KPUD Bekasi, sesi ketiga dan sesi keempat memasuki sesi inti yaitu saling melemparkan pertanyaan yang kemudian setelah dijawab, lalu ditanggapi kembali. Sementara pada sesi kelima merupakan kesimpulan sekaligus pesan dari tiap paslon.

Paslon nomor urut 1, yaitu Meilina Kartika Kadir dan Abdul Kholik diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, PPP, dan PBB. Nomor urut 2, yaitu Sa’duddin dan Ahmad Dhani diusung oleh PKS, Gerindra, dan Demokrat. Nomor urut 3, yaitu Obon Tabroni dan Bambang Sumaryono yang maju melalui jalur independen (perseorangan). Nomor urut 4, yaitu Iin Farihin dan KH. Mahmud Al Hafidz yang juga maju melalui jalur independen (perseorangan). Dan terakhir nomor urut 5, yaitu Neneng Hasanah Yasin dan Eka Supriatmaja diusung oleh Golkar, Nasdem, PAN, dan Hanura.

Salah satu paslon yang maju melalui jalur independen merupakan seorang aktivis buruh nasional, yaitu Obon Tabroni. Dalam sesi kedua ketika mempertajam visi misi ia menjelaskan bahwa kondisi Bekasi saat ini mengalami ketimpangan, yaitu di daerah Bekasi Selatan dan Bekasi Utara. Di mana daerah selatan merupakan pusat industri, sehingga mengalami pendapatan perkapita yang lebih tinggi dibandingkan di daerah utara.

Menurutnya, perlu adanya langkah kongkrit oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut, karena suatu saat hal tersebut akan menjadi bom waktu dari permasalahan konflik yang ada. Menurut paslon nomor urut 3, daerah utara sangat mungkin untuk diberdayakan karena memiliki laut dan daerah pertanian.

“Ada salah satu kawasan yang sangat mungkin untuk dijadikan pariwisata, sekarang kita lihat setiap menjelang tahun baru ataupun lebaran. Ribuan bahkan puluhan ribu warga Bekasi memilih berwisata ke Karawang. Inikan aneh, padahal bekasi punya, yang terpenting ketika berbicara wisata adalah akses jalan yang memadai,” ujar Obon.

Paslon ini juga mengkritisi lamanya proses pembuatan KTP dan KK, kemudian proses yang panjang untuk akses warga terhadap pelayanan kesehatan. “Pelayanan masyarakat di kabupaten Bekasi, tingkat pelayanan kita masih sangat rendah, kita itu berada di posisi nomor 18 Se-Jawa Barat,” tangkas Bambang.

Dalam sesi tanya jawab yang berikutnya paslon nomor urut 3 juga menyampaikan, mereka mendapat banyak keluhan dari masyarakat bekasi. Di mana Bekasi sebagai kota industri tetapi masyarakat lokal sulit bersaing untuk masuk ke industri. Sehingga manfaat industri kurang dapat dirasakan oleh masyarsakat Bekasi.

Pasangan Obon Tabroni dan Bambang Sumaryono memiliki tiga konsep mengenai permasalahan tersebut, yang pertama membangun BLK, sebab sebagai daerah industri terbesar tidak memiliki BLK yang jelas. Kedua, mengadopsi salah satu perda yang ada di Karawang, yaitu 60% perusahaan yang ada di daerah tersebut harus mempekerjakan orang yang berasal dari daerah tersebut. Ketiga, mengubah mental dan etos kerja oarng-orang bekasi yang dulu adalah budaya pertanian kemudian memasuki budaya industri.

Sebagai penutup calon wakil bupati Bambang mengatakan kedepan tidak boleh ada lagi warga sakit yang tidak mampu berobat ditolak dirumah sakit atau kesulitan ketika mendaftarkan anaknya bersekolah.

“Tidak boleh ada lagi orang tua yang stres karena tidak kebagian bangku sekolah. Bekasi sekarang membutuhkan kita semua, perbedaan boleh dari 5 paslon yang ada, tetapi persatuan harus tetap kita jaga. Saya mengajak saudara-saudara untuk terlibat mengambil peran, menjadi bagian dari gerakan perubahan di Kabupaten Bekasi untuk menjadi Bekasi yang baik dan benar,” pungkas Bambang. (ang)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]