Upah Sektor Elektronik Jakarta Naik Sebesar 8,25% dari UMP Rp3,3 Juta

Jakarta — Setelah penetapan upah minimum provinsi (UMP) di Jakarta pada akhir tahun lalu, buruh-buruh di Jakarta saat ini sedang disibukan dengan negosiasi perihal penetapan upah minimum provinsi sektoral (UMPS).

Buruh dari berbagai serikat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) pada tanggal 2 Januari 2017 sempat melakukan dialog dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Dr. Soni Sumarsono M.DM di Balaikota Jakarta. Perwakilan GBJ menyampaikan permasalahan dan pertimbangan yang tertuang dalam surat nomor : 046/GBJ/I/2017 terkait dengan belum ditetapkan nya UMSP 2017 di DKI Jakarta.

Sebagai bahan pertimbangan dalam pertemuan tersebut, disampaikan juga bahwa telah ditetapkan nya Upah Minimum Sektoral tingkat Kabupaten dan Kota wilayah penyangga seperti di Jawa Barat dengan Surat Keputusan No.561/2016 serta SK Gubernur Banten No. 561/Kep.643-Huk/2016.

Dengan disampaikannya SK dari daerah lain dalam lampiran audiensi, para buruh berharap agar Plt Gubernur Jakarta Soni Sumarsono dapat mempertimbangkan untuk segera memerintahkan jajarannya dalam pembahasan dan penetapan UMPS Jakarta.

Menanggapi pengaduan dari buruh, Plt Gubernur Jakarta mengeluarkan rekomendasi kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan sidang pertemuan antara pihak pihak terkait perundingan UMSP.

Satu hari pasca-audiensi, Disnaker DKI Jakarta mengadakan pertemuan antara pihak buruh dengan asosiasi perusahaan untuk membahas upah sektoral DKI Jakarta tahun 2017. Seperti halnya perundingan penetapan UMP, agenda perundingan penetapan UMPS juga berlangsung cukup alot sehingga dalam pertemuan tersebut belum seluruh sektoral ditetapkan.

Sejauh ini UMPS yang telah ditetapkan adalah sektor elektronik sebesar 8,25% yang artinya besaran UMPS sektor elektronik lebih besar 8,25% dari besaran UMP DKI Jakarta yang sebesar Rp3,3 juta per bulan. Adapun upah sektoral di industri lain sampai dengan berita ini diturunkan masih belum didapatkan informasi besaran upahnya.

Serikat yang ikut melakukan perundingan diantaranya adalah ASPEK Indonesia, DPD FSP LEM SPSI DKI Jakarta, RTMM SPSI DKI Jakarta, FSPMI, FSPN, NIBA dan berbagai serikat buruh lainnya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]