Apindo Kalsel Gelar Diskusi “Strategi Beracara di Pengadilan Hubungan Industrial”

Banjarmasin – Akibat dari pelemahan ekonomi dalam beberapa tahun belakangan ini, jumlah perselisihan hubungan industrial antara pengusaha dan buruh cenderung menalami peningkatan. Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, perselisihan hubungan industrial meningkat pada kisaran 10% sampai 15%.

Data ini dikemukakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel, pada acara diskusi panel yang bertemakan “Strategi Beracara di Pengadilan Hubungan Industrial”, Minggu, 22 Januari 2017 lalu. Acara tersebut menghadirkan pembicara dari hakim Pengadilan Hubungan Industrial-Pengadilan Negeri Banjarmasin, Fahmi Faisal, dan mantan Hakim Hubungan Industrial, Hasan Yuniah.

Seperti diwartakan oleh Banjarmasin Post, Ketua DPP Apindo Kalsel, Supriadi mengatakan peningkatan jumlah perselisihan adalah akibat dari pelemahan ekonomi yang berujung pada kebijakan perusahaan yang merumahkan para buruhnya. “Hal ini seiring dengan banyaknya pengusaha yang merumahkan karyawan dan sebagian menutup usahanya,” katanya.

Apindo sendiri dalam setiap kasus perselisihan hubungan industrial akan selalu memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada pihak pengusaha. “Tentu saja dengan syarat telah melapor sebelumnya ke tim advokasi Apindo,” tuturnya.

Acara yang dilaksakankan oleh Apindo Kalsel itu dimaksudkan untuk mendapatkan berbagai masukan dari hasil diskusi, tentang berbagai langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha apabila terjadi permasalahan hubungan ketenagakerjaan yang penyelesaianya sampai ke pengadilan hubungan industrial.

Sekitar 100 orang dari kalangan pengusaha nampak menghadiri acara tersebut. Di Kalimantan Selatan sendiri, perkara yang ada di pengadilan didominasi sektor tambang, sektor perkebunan dan perkayuan. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]