LBH Jakarta Adakan Evaluasi Bersama Dengan Serikat Buruh

Jakarta — Bertempat di lantai tiga gedung YLBHI, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mengundang jaringan serikat buruh untuk melakukan evaluasi bersama. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui penilaian serikat buruh atas kinerja LBH Jakarta dalam rencana menyusun program kerja tahun 2017.

Okky, pengacara publik LBH Jakarta yang menjadi fasilitator dalam pertemuan tersebut memberikan pengantar evaluasi yang menyebutkan beberapa pencapaian selama 2016 dan juga beberapa program yang tidak memenuhi harapan.

“Ada banyak faktor yang menyebabkan program di tahun 2016 tidak terlaksana, salah satunya karena LBH Jakarta kekurangan personil, ” kata Okky.

Beberapa pengurus serikat buruh yang hadir memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan program 2016. Khamid Istakhori, mewakili Federasi SERBUK Indonesia memberikan beberapa usulan berkaitan fokus kerja tahun 2017.

Tiga hal yang diusulkan SERBUK adalah berkaitan dengan isu upah, kebebasan berserikat dan advokasi kebijakan terkait K3. “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah isu penting bagi buruh meskipun kurang populer, untuk itu harapannya di tahun 2017, ada program dari LBH Jakarta berkaitan kampanye K3,” kata Khamid Istakhori.

Sementara, berkaitan dengan minimnya personal pengacara publik di LBH Jakarta yang menjadi penyebab program tidak optimal, SERBUK memberikan catatan bahwa pada kondisi tertentu penambahan jumlah personil tidak akan banyak membantu.

“Berapapun jumlah pengacara publik yang akan direkrut LBH Jakarta, menurut saya tidak secara otomatis mengatasi masalah. Masalah utamanya adalah orientasi kerja kita. Masalah akan selalu datang setiap saat sehingga kalau hanya berfokus pada program maka kita akan selalu kurang,” sambung Khamid.

Mengenai orientasi kerja tahn 2017, peserta evaluasi mengusulkan agar LBH Jakarta fokus pada isu utama berkaitan dengan upah, kebebasan berserikat dan tenaga kerja asing yang saat ini menjadi isu menarik dunia perburuhan.

Sementara berkaitan dengan pengacara publik, serikat buruh menyatakan sangat mendesak kebutuhan agar pengacara publik memiliki interaksi lebih dekat dengan serikat buruh. Dengan berinteraksi secara langsung dengan serikat buruh, diharapkan pengacara publik akan memiliki perspektif yang lebih tajam dalam memandang gerakan rakyat.

“Harapannya, hal itu akan meningkatkan keberpihakan pada buruh. Tanpa perspektif membangun gerakan dan keberpihakan yang nyata, pengacara publik membuka peluang menjadikan LBH Jakarta hanya sebagai batu loncatan untuk bergabung dengan law firm atau pengacara karir,” pungkasnya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]