Demo Buruh Amerika Tuntut Upah Minimum US$ 15 Per Jam

Amerika — Para Buruh dengan berbagai profesi pekerjaan, seperti buruh makanan cepat saji dan buruh bandara diberbagai kota di Amerika Serikat (AS), telah tergabung untuk melakukan aksi demonstrasi diberbagai kota. Tuntutan yang ada dalam aksi demonstrasi tersebut adalah untuk menaikan upah minimum sebanyak US$ 15 (Rp 203 ribu) per jam, diseluruh Amerika Serikat (US) secara nasional.

Seperti yang ditulis oleh AFP, pada Rabu (30/11/2016), aksi demonstrasi yang terjadi di New York dilakukan oleh pengunjuk rasa yang berjumlah 500 pekerja dari gabungan buruh bandara dengan sopir taxi yang berada di New York. Aksi tersebut mereka beri nama ‘Fight for 15’, yang berlangsung demonstrasi tersebut di depan restoran cepat saji McDonald’s dekat Wall Street, pada Selasa (29/11) waktu Amerika Serikat (AS).

Akses jalan menuju Broadway juga sempat ditutup oleh para demonstran, dan hal tersebut membuat polisi terpaksa untuk melakukan tindakan penangkapan terhadap 20 orang diantara demonstran, yang dianggap telah mengganggu ketertiban publik.

Demonstrasi serupa juga terjadi di kota-kota lainnya seperti Chicago, Los Angeles, dan Fort Lauderdale di Florida.
Para buruh yang melakukan unjuk rasa tesebut terdiri dari para pembersih kabin pesawat, petugas bagasi penumpang dan staf lainnya yang bekerja di Bandara O’Hare di Chicago, Bandara Los Angeles dan Bandara Fort Lauderdale.

Namun laporan terakhir yang didapat dari Bandara yang sedang berlangsung demonstrasi ‘Fight for 15’ ternyata hal tersebut tidak mengganggu kegiatan penerbangan. Demonstrasi yang terjadi di Los Angeles diwarnai dengan terjadinya penangkapan 40 orang demonstran yang sedang berunjuk rasa didekat McDonald’s dengan letak dekat pusat kota pada Selasa (29/11) waktu setempat.

Menurut salah seorang pejabat bandara Los Angeles, aksi damai berhasil ditunjukan oleh para demonstran yang berunjuk rasa disalah satu terminal penerbangan. Dan demonstrasi tersebut tidak mengganggu berjalannya oprasional penerbangan dan lalu lintas yang ada.

Kampanye ‘Fight for 15’ telah dimulai sejak 4 tahun yang lalu, diawali oleh para pekerja restoran cepat saji yang melakukan mogok kerja demi menuntut agar pemerintah menaikan upah mereka sampai dua kali lipat. Demonstrasi tersebut telah mempengaruhi buruh yang berasal dari berbagai sektor industri lainnya.

Aksi demonstrasi tersebut telah mendapatkan hasil pada April lalu, ketika Gubernur New York Andrew Cuomo, bersedia untuk menandatangani peraturan yang mengatur kenaikan upah minimum di negara bagian New York, untuk menjadi US$15 (Rp 203 ribu) per jam.

Akan tetapi kenaikan tersebut tidak langsung dirasakan oleh para pekerja, karena kenaikan upah tersebut dilakukan secara bertahap dengan target pada akhir tahun 2019.

Pemerintah Los Angeles juga memiliki keinginan untuk memberlakukan aturan yang sama pada tahun 2020. Kenaikan upah minimum direncakan akan diterapkan secara bertahap hingga tahun 2022 untuk seluruh kota di Amerika Serikat (AS). Pada saat ini, upah minimum federal AS hanya sebesar US$ 7,25 (Rp 98 ribu) per jam. (mif)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]