KSPSI Riau: 2,5 Juta Buruh di Riau, Kurang dari Setengahnya yang Berserikat

Riau – Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Riau, Nursal Tanjung dalam jumpa pers di Pekanbaru, mengatakan bahwa masih banyak buruh yang belum menyadari akan haknya. Saat ini, jumlah pekerja di Riau jumlahnya mencapai 2,5 juta orang, namun menurut Nusral Tanjung, hanya kurang dari setengahnya saja yang ikut dalam serikat buruh.

Dari total 2,5 juta buruh, saat ini sebanyak 368 ribu yang tercatat sebagai anggota dari KSPSI Riau, hal ini dapat menjadi barometer kesadaran buruh akan haknya yang masih kurang, karena mayoritas justru tidak ikut dalam serikat. Serikat buruh merupakan hak dari buruh untuk berorganisasi, dan juga merupakan satu wadah bagi buruh untuk dapat mengetahui hak-haknya sebagai buruh.

Guna meningkatkan kesadaran dari buruh akan haknya, menurut Nusral, KSPSI Riau kerap melakukan seminar dan lokakarya, terkait pemahaman tiga aturan pokok ketenagakerjaan, diantaranya UU 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan dan UU 2/2004 tentang penyelesaian hubungan industrial.

“Masih banyak buruh di Riau yang tidak memahami haknya sebagai buruh. Kenyataan itu menjadikan buruh kerap dimanfaatkan oleh pengusaha,” ujar Nusral seperti diwartakan oleh Tribunnews.

Ia mencontohkan buruh yang tak mengetahui haknya terkait dengan jam kerja, sebagaimana telah diatur dalam undang-undang. “Banyak buruh yang bekerja melebihi jam kerja wajib, namun tidak dihitung sebagai lembur,” sambungnya.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa para buruh yang belum bererikat, dapat memaksimalkan keberadaan KSPSI sebawai wadah untuk mengadu dan bertukar informasi dalam hal hak dan regulasi perburuhan.

Selain itu, Nusral juga mengingatkan bahwa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pemahaman mengenai peraturan ketenagakerjaan sangat dibutuhkan oleh para buruh. Dan jika buruh sudah mengetahui hak dan kewajibannya, maka peran serikat pekerja akan menjadi semakin mudah.

“Serikat buruh adalah wadah perjuangan bagi buruh. Jika buruh sudah cerdas dan mengetahui hak dan kewajibannya, maka kerja-kerja serikat dalam mengorganisasi buruh menjadi semakin mudah,” pungkasnya.(idr)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]