Didemo Buruh, DPRD Sulsel Janji Buat Kajian PP Pengupahan

Makasar — Hari ini (28/11/2016), sejak pagi hari, sekitar 2.000 buruh yang berasal dari Sulawesi Selatan melakukan aksi demonstrasi. Mereka mendatangi kantor DPRD Sulawesi Selatan, untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat, menyampaikan aspirasi buruh atas penolakan Peraturan Pemerintah No. 78/2015 tentang Pengupahan.

Massa buruh yang melakukan aksi tergabung dalam Gerakan Buruh Sulsel (GBS), yang terdiri dari GSBMI, KSPSI, KSBSI, KSPI, FS-Kahutindo, SPN, GSBN, dan berbagai serikat buruh lainnya. Dalam RDP, mereka ditemui oleh beberapa anggota dewan dari Komisi E, yang membidangi masalah ketenagakerjaan.

Dalam RPD tersebut dipimpin oleh Marsuki Waden dari Fraksi Golkar. Para anggota dewan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi dari buruh yang menolak PP Pengupahan sebagai sebuah regulasi yang mengatur besaran kenaikan upah buruh di tiap tahunnya.

Adapun bentuk tindaklanjut yang dimaksud oleh DPRD Sulsel adalah akan membahas dan melakukan kajian akademik terkait penolakan PP Pengupahan, yang nantinya hasil kajian akan dikirimkan ke pemerintah pusat. “DPRD I akan menindaklanjuti protes buruh ini dengan pihak dewan pengupahan provinsi. Dan hasil nya akan dikirim ke pusat,” ujar Marsuki Waden.

Massa aksi buruh yang datang dengan kendaraan mobil dan motor, kemudian membubarkan diri pasa sekitar pukul 13.30 WITA, usai hasil RDP. Rapat dengar pendapat tersebut sebenarnya telah diajukan oleh buruh sejak lama, namum baru hari ini RDP dapat terlaksana.

Sementara itu, menurut Askin, salah seorang pimpinan akso dari GBS, hasil RDP dinilai cukup memberikan angin segar bagi aspirasi buruh. Namun demikian, pihaknya mengaku akan terus mengawal apa yang telah dihasilkan dan dijanjikan anggota dewan dalam RDP tadi. (bus)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]