Buruh Bogor Tolak PP Pengupahan dan Tuntut UMK Bogor Naik Rp 650 Ribu

Bogor – Eskalasi aksi buruh dalam menuntut kenaikan upah dan besaran upah yang layak, masih belum surut hingga sekarang. Hari ini (14/11/2016), ribuan buruh di Bogor, Jawa Barat, kembali melakukan aksi di kantor-kantor pemerintahan Kabupaten Bogor.

Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sejak pagi menjelang siang, mereka telah mulai mendatangi di depan Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor.

Seperti halnya aksi-aksi buruh di berbagai daerah, aksi buruh di Bogor juga menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor sebesar Rp. 650 ribu per bulan, serta menolak penetapan upah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 78/2015 tentang Pengupahan.

Adapun besaran UMK pada tahun 2016 ini di Kabupaten Bogor adalah sebesar Rp. 2.963.250 per bulan. Dengan tuntutan dari buruh, maka pada tahun 2017 mendatang, diharapkan UMK bogor berada dikisaran Rp. 3,6 juta rupiah.

Para buruh datang dari berbagai kawasan industri yang tersebar di Bogor. Mereka menggunakan berbagai kendaraan seperti motor dan juga bus, menuju kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor, untuk menyuarakan aspirasinya.

Dalam berbagai orasinya, para buruh juga mengkritik penetapan upah yang tidak memaksimalkan fungsi dari dewan pengupahan. “Di Kota/Kabupaten, ada yang namanya dewan pengupahan. Tapi kenapa tidak difungsikan. Oleh karenanya kita hari ini turun ke jalan menolak PP 78/2015,” ujar salah seorang orator. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]