1000 Awak Mobil Pertamina Depo Plumpang Jakarta, Mogok Kerja

Jakarta — Terhitung tengah malam 1 November 2016, pukul 00.00 WIB, para awak mobil tangki Pertamina PT Patra Niaga melakukan mogok kerja. Mereka melakukan mogok kerja karena bernagai tuntutan hak-hak normatif para buruh.

Sejak pagi pukul 07.00 WIB, para buruh sudah ramai berkumpul di depan pintu 3 depo Plumpang Jakarta Utara. Mereka secara bergantian melakukan orasi dan meneriakan yel-yel tuntutan mereka. Mereka yang melakukan mogok kerja adalah para buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), yang berafiliasi dalam Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI).

Para awak mobil selama ini bekerja selama 12 jam lebih setiap harinya, dengan upah sesuai UMP. Namun kelebihan jam kerja, tak dihitung upah lemburnya. Mereka juga mendapatkan diskriminasi dengan tidak mendapatkan uang tunjangan migas, seperti pekerja/buruh Pertamina lainnya yang mendapatkan tunjangan migas setiap tahunnya.

Selain itu, awak mobil Pertamina juga menginginkan adanya perlindungan dari perusahaan dalam bentuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja. “Jam kerja yang panjang ini menjadi resiko yang harus di alami Awak Mobil Tangki Pertamina Patra Niaga yang mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan kerja,” ujar Ilhamsyah, ketua FBTPI – KPBI.

Dari informasi yang disampaikan oleh buruh, untuk hari ini Pertamina hanya mampu mendistribusikan 20-30% pasokan BBM di sekitaran Jabodetabek. Sementara Pertamina menggantikan para sopir dengan meminta bantuan dari TNI, untuk mendistribusikan BBM.

Hujan deras yang turun pada siang hari, tak menyurutkan aksi mogok kerja para awak mobil tangki, yang terus bertahan di depan gerbang depo. Dan pada pukul 15.00 WIB, nampak hadir seratusan orang dari berbagai organisasi yang ingin memberikan solidaritas. Diantaranya hadir dari Serbuk Indonesia, FSPMI, Aspek Indonesia, KASBI, Perempuan Mahardika, SPSI-LEM, FPBI, dan berbagai organisasi lainnya.

Sedianya para awak mobil tangki akan melakukan aksi mogok kerja selama satu minggu. Hal ini dilakukan karena beberapa perundingan yang sebelumnya dilakukan antara serikat buruh dan Pertamina, tidak menghasilkan titik temu. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]