KPBI Kecam Keterlibatan TNI Dalam Mogok Buruh PT Tirta Sukses Perkasa

Jakarta – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mengecam keras pembelaan tentara dan brimob terhadap pengusaha, dalam persoalan hubungan industrial, pemogokan buruh produsen air minum kemasan Club, PT Tirta Sukses Perkasa, Cianjur, Jawa Barat.

Sekitar 100 buruh anggota Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), yang bernaung di bawah KPBI, hingga kini tengah mogok menuntut perusahaan mengangkat status buruh menjadi karyawan tetap sesuai Perjanjian Bersama dan Surat Edaran Bupati Cianjur no 560/2680/DSTKT2016.

Pada Jumat 14 Oktober 2016, sekitar 100 aparat dari Bataliyon Arteleri Medan 05/105 dan Brimob datang untuk mengeluarkan barang persedian di gudang. Keduanya menggunakan mobil barakuda dan menggunakan senjata laras panjang.

Menurut Koordinator Departemen Pengembangan Organisasi FPBI Azmir Sahara, mobil barakuda dikerahkan untuk menerobos buruh yang memblokade pabrik. Setelahnya, aparat mengeluarkan produk PT Tirta Sukses Perkasa yang hendak dipasarkan. “TNI dan Brimob mengangkat barang ke mobil dan truk,” kata Azmir.

Sekitar 25 mobil truk pengangkut air minum dalam kemasan meninggalkan lokasi dengan kawalan aparat tersebut. KPBI menganggap pengerahan satu kompi tentara dan Brimob Cianjur melanggar kode etik serta mengangkangi hukum sipil.

Sementara itu, menurut Sekretaris Jenderal KPBI Michael Oncom, tindakan militer tersebut telah menguntungkan pengusaha, bukan nusa dan bangsa. Anggota Yon Armed 05/105 Cipanas itu juga melanggar Undang-undang Tenaga Kerja 13/2003. “Pasal 144 Undang-Undang Tenaga Kerja melarang perusahaan menggantikan kerja buruh yang tengah mogok,” ujarnya.

Pelanggaran yang sama juga terjadi bagi anggota Brimob dalam kasus itu.. “anggota Brimob yang bekerja mengeluarkan barang pengusaha juga melanggar pasal 4 Kode Etik Kepolisian yang mewajibkan polisi tidak memihak,” sebut Oncom.

Lebih jauh lagi, Oncom menganggap keterlibatan tentara dalam persoalan hubungan industrial mengancam demokrasi. “Tentara seharusnya berurusan dengan pertahanan negara, bukan urusan sipil seperti hubungan industrial,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, KPBI berencana melaporkan campur tangan tentara dan polisi ini ke provos pada pekan depan. “Laporan ini menuntut sanksi pada anggota TNI/Polri yang terlibat. KPBI juga mendesak kedua lembaga tidak mengulangi tindakan memihak pengusaha,” ungkap Oncom.

Pada 14 September 2016, sekitar 80 persen buruh PT Tirta Sukses Perkasa melakukan aksi mogok menuntut produsen air minum dengan merk Club itu, agar mengangkat mereka menjadi karyawan tetap. Pengangkatan itu sebelumnya sudah disepakati perusahaan dan buruh dalam perundingan pada Kamis, 6 Oktober 2016. Namun, pengusaha membatalkan kesepakatan sepihak itu pada Senin, 10 Oktober 2016. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]

  • tai kucing TNI

    TNI jadi kuli