Kongres Kedua Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (Serbuk), Hasilkan 5 Resolusi

Karawang – Kongres Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (Serbuk), yang berlangsung dari tanggal 7 sampai 9 Oktober 2016 di Karawang, telah usai digelar. Federasi yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), menelurkan 5 resolusi bagi buruh.

Kongres kedua tersebut, dibuka dengan sebuah diskusi publik tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Mereka menilai bahwa saat ini, gerakan buruh di Indonesia masih kekurangan pakar dalam hal K3. Padahal, persoalan K3 masih menjadi momok bagi para pekerja, mengingat angka kecelakaan kerja masih cukup tinggi.

Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyebutkan rata-rata 1 buruh meregang nyawa setiap 6 jam. Tahun lalu, terjadi 2.375 dari total 105.182 kecelakaan kerja yang berakibat hilangnya penggerak roda perekonomian tersebut. Sektor konstruksi tercatat sebagai yang paling tinggi menyumbang kecelakaan kerja.

Sementara, Direktur Pengawasan Norma K3 Kementerian Tenaga Kerja Amari AK berdalih bahwa dalam pengawasan K3, terjadi krisis tenaga pengawas. Ia menyebut jumlah pengawas K3 di Kementerian Tenaga Kerja sangat tidak mumpuni dbanding jumlah perusahaan. Petugas pengawas K3 itu 245 orang. Itu duduk sebagai struktural 50 persen. Berarti kira-kira 130 orang meng-cover 22 ribu perusahaan.

5 Resolusi Federasi Serbuk
Adapun hasil dari kongres Federasi Serbuk, yang dibacakan pada penutupan acara kongres, telah merumuskan 5 resolusi perburuhan secara umum. Resolusi ini diharapkan mampu menjadi penuntun sikap dan panduan bagi seluruh anggota, serikat buruh anggota dan pengurus dalam menjalankan kehidupan berorganisasi.

Resolusi tersebut adalah:

1. Federasi Serbuk Indonesia, adalah bagian dari gerakan buruh Indonesia. Maka bersama dengan kekuatan gerakan buruh yang lain, akan selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga martabat Buruh Indonesia, membangun persatuan dan melindungi dan membela kaum buruh dari serangan kapitalisme.

2. Federasi Serbuk Indonesia akan selalu menjadi pelopor terdepan dalam membangun kekuatan kaum buruh dengan membangun serikat buruh yang berwatak kelas, semangat internasionalisme berlandaskan pada kesetiakawanan, solidaritas, kesetaraan, penghormatan pada Hak Asasi Manusia, anti korupsi dan menolak segala bentuk suap.

3. Federasi Serbuk Indonesia dalam menjalankan program perjuangannya, akan selalu konsisten dalam melawan PHK terhadap buruh, kriminalisasi dan union busting, melawan upah murah, melawan sistem kerja kontrak dan outsourcing, melawan mafia peradilan, melawan privatisasi dan memperjuangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan tempat kerja yang layak bagi buruh.

4. Federasi Serbuk Indonesia meyakini dalam iman perjuangannya bahwa bersatu dan membangun organisasi merupakan keniscayaan tugas sejarah. Maka, Kongres II Serbuk Indonesia, menetapkan afiliasinya kepada Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan Building and Wood Workers International Global Union Federation (BWI).

5. Federasi Serbuk Indonesia menegaskan sikap dirinya untuk selalu bersama dengan gerakan rakyat lainnya dalam memajukan perlawanan rakyat dan membangun alat politiknya sendiri. Mendukung dan berjuang bersama dengan Rumah Rakyat Indonesia (RRI), untuk membangun partai politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Selain menetapkan 5 resolusi perburuhan, dalam kongres kedua tersebut juga menetapkan pengurus Federasi Serbuk yang baru. Terpilih adalah Riki Hermawan sebagai Ketua Umum, dan Subono sebagai Sekretaris Jenderal.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]