Solidaritas Buruh untuk Korban Banjir dan Longsor di Garut dan Sumedang

Hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan, telah menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Banjir bandang menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu (21/9/2016) pukul 01.00 Wib.

Meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri secara cepat menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 – 2 meter. Banyak korban meninggal dunia, luka-luka dan juga kehilangan harta, benda serta tempat tinggalnya. Ribuan orang juga dilaporkan mengungsi dari sekitar lokasi bencana.

Kelompok serikat buruh, yang merupakan salah satu entitas masyarakat yang memiliki nilai-nilai solidaritas yang tinggi menunjukan rasa kepeduliannya. Salah satunya dilakukan oleh kelompok buruh yang menjadi relawan dari Obon Tabroni, kandidat calon Bupati Bekasi tahun 2017.

Dalam statusnya di media sosial Facebook, ia menyebutkan bahwa menyerukan kepada rekan-rekan buruh untuk berbagi dan peduli pada nasib korban bencana longsor. “Tak terikira respon kawan-kawan begitu cepat. Rasa sosial buat berbagi begitu besar,” ujarnya.

Dia menyebutkan, di Obon Tabroni Center, sejak pagi hari (23/9/2015) telah terkumpul bantuan beripa sarung, selimut, makanan juga uang. Dan sedianya pada malam harinya, akan dibawa langsung oleh Obon Tabroni ke Garut.

Sejumlah relawan Obon nampak sedang menggotong bantuan bagi korban banjir dan longsor.
Sejumlah relawan Obon nampak sedang menggotong bantuan bagi korban banjir dan longsor.

Dalam seruannya untuk terjun ke lapangan, ia juga meminta kepada kelompok relawan Obon Tabroni untuk tidak membawa atribut apapun terkait dengan urusan pilkada Kabupaten Bekasi 2017. “Relawan Obon jangan bawa simbol politik, kita datang sebagai sesama manusia,” serunya.

Sementara itu, kelompok buruh lain yang juga ikut menggalang solidaritas bagi korban bencana alam di Jawa Barat, adalah dari Federasi Serikat Pekerja Karawang (FSPEK). Mereka menggalang dana solidaritas dibeberapa pabrik yang menjadi basis dari FSPEK. Dan kemudian dibelikan berbagai kebutuhan berupa makanan atau minuman, juga pakaian layak untuk diberikan kepada korban bencana.

Tak hanya memberikan bantuan berupa berbagai kebutuhan, para buruh juga memberikan bantuan langsung ke lapangan dengan membersihkan berbagai barang dan puing-puing yang merupakan bekas banjir bandang.

Buruh dari FSPEK yang nampak sedang membantu membersihkan sisa-sisa puing paska banjir dan dan longsor.
Buruh dari FSPEK yang nampak sedang membantu membersihkan sisa-sisa puing paska banjir dan dan longsor.

Melalui akun media sosialnya, Kiki Nadahaqia, salah seorang buruh anggota FSPEK mengutarakan rasa simpati dan solidaritasnya kepada para korban. “Alhamdulillah, bisa sampai rumah lagi, istirahat setelah hari ini tugas membantu korban bencana. Semoga kawan-kawan di Garut tetap dalam lindungan Allah SWT, dan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujarnya berdoa. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]