100 Ribu Rumah Bagi Buruh Berpenghasilan Di Bawah 4 Juta

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), melalui Sekretaris Jenderal Rudy Prayitno telah menyepakati dan menandatangani nota kesepahaman terkait dengan rencana pembangunan 100 ribu rumah untuk pekerja/buruh.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan bersama dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Pembangunan perumahan tersebut digolongkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sasaran yang dituju dari pembangunan rumah tersebut adalah mereka yang berpenghasilan maksimal 4 juta rupiah per bulan. Sementara untuk rumah susun atau apartemen, diperuntukan bagi mereka yang berpenghasilan maksimal 7 juta rupiah per bulan.

“Implementasi pengembangan hunian tersebut merupakan momentum penting, karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki peserta dari kalangan pekerja dengan jumlah sangat besar,” kata Sekjend KSPSI, Rudy Prayitno seperti dikutip Kompas.

Rudy menjelaskan, proses pembangunan konstruksi rumah akan langsung dikawal oleh pihaknya (KSPSI), dan kemudian akan didistribusikan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). “Pekerja jumlahnya sangat banyak, ini potensi untuk menyukseskan program sejuta rumah,” sambungnya.

Adapun penandatanganan nota kesepahaman tersebut, telah dilangsungkan sejak tanggal 15 September 2016 lalu di Jakarta. Yang dilanjutkan dengan penunjukan kontraktor untuk melakukan pembangunan, yakni PT Roudhoh Nusantara bersama PT BGMC Maha Agung. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]