Hanif Dhakiri: Kunci Kesejahteraan Buruh adalah Dialog Sosial, Bukan Demo

Jakarta – Dalam lawatannya ke Pekalongan, Jawa Tengah pada akhir pekan kemarin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan komitmen dari pemerintah untuk terus menjaga dunia usaha, pada kondisi perkonomian yang sedang memburuk saat ini.

Menurutnya, ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh kementeriannya untuk menjaga ekonomi, yang berkaitan dengan dunia perburuhan. Selain mendorong berbagai deregulasi, salah satu yang juga didorong oleh Kemnaker adalah terbangunnya hubungan yang harmonis antara pengusaha dan serikat buruh. “Pemerintah daerah perlu mendorong dunia usaha agar tetap menjaga situasi yang harmonis atau hubungan industrial yang berkeadilan,” ujarnya seperti diberitakan oleh Bisnis.com.

Bentuk menjaga hubungan industrial yang harmonis tersebut, diejawantahkan melalui dialog sosial antara kedua belah pihak, yang selama ini kerap kali berselisih. Menurut Hanif, dialog sosial merupakan kunci dari kesejahteraan pekerja. “Kami minta teman-teman pekerja agar terus membangun dialog sosial. Kunci kesejahateraan pekerja adalah pada dialog sosial bukan kuatnya demo,” terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa dialog sosial yang terus dilakukan oleh kalangan serikat buruh dan pengusaha bersama pemerintah, akan lebih efektif dibandingkan dengan melakukan aksi unjuk rasa. Karena out put dari aksi unjuk rasa, kerap kali hanya berbuah kekecewaan.

Tuntutan buruh dalam berbagai demonstrasi yang tidak realistis, pada akhirnya dinilai akan membawa buruh kehilangan harapan. “Jika demo yang tidak realistis, misalnya dengan tuntutan gaji yang tinggi. Maka akhirnya gerakan mereka akan kehilangan harapan. Oleh karena, kami minta pada para buruh untuk saling menjaga,” kata Hanif.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan contoh dari hilangnya harapan itu dengan semakin berkurangnya jumlah buruh yang ikut berserikat. Data dari Kemnaker menyebutkan bahwa pada tahun 2007, jumlah buruh yang berserikat sebanyak 3,4 juta orang. Namun pada tahun 2015, jumlah tersebut menurun hanya menjadi 2,7 juta orang.

“Jumlah anggota serikat buruh turun drastis. Karena itu kami minta serikat buruh diperkuat dan anggotanya diperbanyak, dan lebih penting untuk membangun dialog sosial yang produktif,” pungkasnya. (idr)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]