Tolak PHK Sepihak, Buruh Pabrik Kemasan Air Club Mogok Kerja

Cianjur — Mogok kerja 80 persen buruh produsen air kemasan Club melumpuhkan produksi mulai Rabu, 14 September 2016 di pabrik Cianjur, Jawa Barat. Sebanyak 117 dari 150 buruh PT. Tirta Sukses Perkasa itu mogok karena perusahan akan memecat 48 buruh secara sepihak.

Aksi buruh yang tergabung dalam Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) itu, menagih janji perusahaan untuk mengangkat buruh kontrak menjadi karyawan tetap dan buruh harian menjadi kontrak. Perusahaan mengeluarkan janji itu sejak 10 September 2015.

Meskipun begitu, manajemen PT. Tirta Sukses Perkasa ternyata mengingkari kesepakatan pada 10 September 2015. Perusahaan hari ini malah akan memecat 48 karyawan yang seharusnya menjadi karyawan tetap sesuai dengan isi perjanjian bersama antara serikat buruh dan perusahaan.

Ketua Serikat FPBI di PT. Tirta Sukses Perkasa, Rizky Jumawan mengatakan mogok terpaksa ditempuh karena perundingan menemui jalan buntu. “Kami sudah mengingatkan dan berbicara baik-baik dengan manjemen bahwa kawan yang karyawan kontrak harus diangkat menjadi karyawan tetap, akan tetapi manjemen akan tetap lakukan PHK,” ujarnya.

Lebih lanjut, Staf Divisi Advokasi FPBI Gan Gan Salahudin memperingatkan bahwa FPBI akan melaporkan produsen air Club itu pihak berwajib. Ini karena perusahaan melawan kesepakatan perjanjian bersama pada 2015. “Perjanjian bersama itu sudah beketapan hukum,” ujarnya.

Perwakilan afiliasi FPBI, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Cianjur Fajrian menambahkan pelanggaran perjanjian bersama memang marak terjadi. Menurutnya, ini terjadi karena memang pemerintah dan aparatur hukum tak berani menindak tegas pelaku pelanggar hukum dan cenderung meremehkan persoalan ini.

“Padahal bagi kita perjanjian bersama merupakan kesepakatan yang harus di junjung tinggi, karena memang memuat aturan yang disusun bersama dan juga memiliki kekuatan hukum,” terang Fajrian.

Hingga artikel ini ditulis, aksi mogok anggota FPBI di perusahaan itu masih berlangsung. Kedua pihak belum menemukan titik temu karena perusahaan bersikukuh melanggar Perjanjian Bersama. (gur)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]