Buruh PT Tirta Sukses Perkasa Terancam di PHK, Berikut Kronologisnya

PT Tirta Sukses Perkasa adalah anak perusahaan Indofood CBP Asahi, yang tersebar di seluruh Indonesia dan salah satunya berlokasi di Jl. Raya Bandung KM 3 Ciranjang-Cianjur. Perusahaan yang memproduksi air mineral dengan merek “Club” tersebut mempekerjakan buruh kurang lebih sekitar 150 orang, dan semuanya adalah buruh kontrak dan Pekerja Harian Lepas (PHL), namun dipekerjakan pada bagian inti produksi.

Selama kurang lebih dua tahun bekerja, buruh PT Tirta Sukses Perkasa Cianjur selalu dipaksa untuk bekerja lembur tanpa diberikan makan. Mereka hanya mendapatkan upah pokok yang sesuai dengan UMK. Namun kenaikan upah yang dirasakan buruh, bukan pada awal tahun, akan tetapi kenaikan upah terjadi kira kira tiap bulan Juni.

Atas dasar itu berangkat dari rasa ketidakadilan yang dialami oleh pekerjanya, tepat pada tanggal 26 April 2015, buruh PT Tirta Sukses Perkasa membentuk serikat buruh dengan nama PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa, dengan nomor pencatatan 101/PTP. FPBI. PT. TSP/IV/2015.

Setelah terbentuk serikat pekerja PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa pada tanggal 2 mei 2015, PTP FPBI PT tirta sukses perkasa melakukan perundingan bipartit dengan pihak perusahaan. Mereka menuntut seluruh buruh PT Tirta Sukses Perkasa diangkat menjadi karyawan tetap.

Berbagai upaya lain terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan audiensi disertai aksi ke Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) setempat. Dan hasil dari audiensi dan nota pemeriksaan Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, memerintahkan agar PT Tirta Sukses Perkasa mengangkat seluruh pekerjanya sebagai karyawan tetap.

Menindaklanjuti hasil audiensi tersebut, serikat buruh PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa melakukan perundingan bipartit kembali dengan pihak management PT Tirta Sukses Perkasa. Dalam perundingan yang berlangsung pada tanggal 10 September 2015, menghasilkan Perjanjian Bersama yang pada pokoknya menyetakan;

PT Tirta Sukses Perkasa akan merubah status PKWT menjadi PKWTT, kepada sebanyak 89 orang buruh dan untuk pekerja PHL akan diangkat menjadi PKWT, hingga kemudian akan diangkat menjadi PKWTT setelah melewati 2 kali kontrak masing-masing kontrak selama 6 bulan.

Pada point terakhir perjanjian bersama antara serikat buruh PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa dengan PT Tirta Sukses Perkasa, menyepakati bahwa apabila dikemudian hari terjadi perselisihan mengenai status kerja, maka pihak perusahaan tidak akan melakukan tindakan sepihak yaitu berupa PHK. Akan tetapi akan menunggu ketetapan hukum yang mengikat, sesuai pasal 151 dan 155 UU Ketenagakerjaan No.13/2003.

Namun di tengah perjalanannya, PT Tirta Sukses Perkasa mencoba mengingkari perjanjian bersama itu, dengan berniat hendak merubah status pekerjanya menjadi outsorching. Padahal sejak disepakati perjanjian bersama tertanggal 10 September 2015, secara hukum perjanjian kerja PKWT sudah batal demi hukum. Karena perjanjian PKWT dibuat dan ditandatangani setelah para pekerja bekerja sekitar satu bulan lebih, barulah kemudian menandatangani PKWT.

Yang artinya, kurang lebih selama satu bulan, para buruh PKWT tidak ada perjanjian kerja, maka sesuai pasal 57 UUK 13/2003 demi hukum sudah menjadi PKWTT.

Atas dasar itu kemudian serikat buruh PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa, mengajukan permohonan perundingan bipartit untuk membahas status kerja. Akan tetapi pihak perusahaan menolaknya dan bersikukuh tetap akan meng-outsorching-kan pekerjaannya.

Bahkan Bupati Cianjur melalui surat edarannya yang ditujukan kepada seluruh perusahaan yang ada di kabupaten Cianjur, tertanggal 9 Agustus 2016, memerintakan agar perusahaan di kabupaten Cianjur untuk mengankat karyawannya sebagai karyawan tetap sebelum tanggal 9 November 2016. Dan jika tidak mematuhinya, maka perusahaan tidak boleh beroperasi sampai dengan permasalahan tersebut selesai.

Akan tetapi terhadap surat edaran tersebut, pihak PT Tirta Sukses Perkasa tidak mempedulikannya. Bahkan pada saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) di gedung DPRD Kabupaten Cianjur, yang di hadiri oleh pihak perusahaan PT Tirta Sukses Perkasa, Komisi VI, Dinsosnaker Kab. Cianjur, Apindo Cianjur, dan unsur serikat pekerja salah satunya PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa. Pihak perusahaan menyatakan akan melaksanakan surat edaran Bupati Cianjur dan mengangkat pekerjanya yang masih PKWT menjadi PKWTT.

Pernyataan tersebut berbeda jauh dengan yang terjadi di lapangan, karena faktanya, pihak perusahaan PT Tirta Sukses Perkasa akan melakukan PHK kepada seluruh pekerjanya pertanggal 18 September 2016.

Maka atas dasar itu kami serikat pekerja PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa Cianjur menyatakan sikap menolak PHK sepihak, karena PHK adalah kejahatan kemanusiaan dan kami akan terus berjuang untuk mengambil hak kami yaitu menjadi pekerja tetap (PKWTT). Karena menjadi pekerja tetap adalah hak dasar buruh sebagai mana yang diamanatkan oleh UUD 45, yang menyatakan “Negara menjamin penghidupan dan pekerjaan yang layak bagi rakyatnya”.

*Kronologis dibuat dan diedarkan oleh serikat buruh PTP FPBI PT Tirta Sukses Perkasa.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]