460 Buruh PT Alpindo, Sukabumi, THR dan Gaji 5 Bulan Belum Dibayar

Sukabumi – Ratusan buruh yang bekerja di PT. Alpindo Mitra Baja (Alpindo), melakukan unjuk rasa ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk pengaduan kepada pemerintah, karena selama 5 bulan tidak mendapatkan gaji dan juga tunjangan hari raya yang belum terbayarkan.

Aksi yang dilakukan pada hari Jumat (9/9/2016) kemarin, menuntut kepada pihak Disnakertrans untuk memperhatikan nasib buruh karena merupakan bagian dari tanggungjawab Disnakertrans. “Kami datang untuk menuntut Disnakertrans ikut bertanggungjawab atas nasib dan hak kami yang tak jelas ini,” ujar Andes, Koordinator Karyawan Alpindo, seperti dikutip oleh Kompas.

Ada sekitar 460 buruh di perusahaan yang bergerak di bidang industri komponen baja tersebut, yang hingga kini belum dibayarkan gajinya. “Masa kerja buruh bervariasi, bahkan sudah ada yang bekerja saelama 17 tahun di perusahaan itu,” sambungnya.

Menurut para buruh, sebenarnya pihak Disnakertrans sudah mengetahui permasalahan yang ada di perusahaan itu, karena pengaduan berbagai permasalahan perburuhan di PT Alpindo sudah ada sejak tahun 2015 lalu. “Disnakertrans seperti tidak mengupayakan penyelesaian kasus ini, bahkan ada oknum Disnakertrans malah angkat tangan mengurus permasalahan kami ini,” ujarnya.

Perusahaan sendiri sudah 5 bulan ini tidak melakukan aktifitas produksi, namun status para buruh juga tidak jelas, apakah berstatus di PHK atau tidak. Sehingga para buruh tetap terus menuntut hak-hak mereka.

Sementara itu, menurut Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Aam Ammar Halim, pihaknya sudah memantau dan mengawasi permasalahan tenaga kerja di PT Alpindo. “Kami sudah memberikan peringatan kepada perusahaan, namun pihak perusahaan terus mengulur-ulur waktu,” ujar Aam.

Adapun jumlah gaji para buruh yang harus dibayarkan oleh perusahaan sekitar 4 miliar rupiah, dan jika ditambah dengan uang pesangon karena PHK, maka jumlahnya mencapai 15 miliar rupiah. “Perusahaan memang sudah tidak ada kegiatan produksi lagi, tapi hak-hak buruh harus dibayarkan,” terangnya. (idr)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]