Perum Perumnas Gandeng KSPSI untuk Pemetaan Kebutuhan Rumah Bagi Buruh

Jakarta – Perusahaan Umum Perumahan nasional (Perum Perumnas), melakukan kerjasama dengan serikat buruh dalam rencananya untuk membangun perumahan bagi kalangan buruh. Perum Perumnas memilih Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), untuk bekerjasama melakukan pemetaan kebutuhan perumahan bagi kalangan pekerja.

Kerjasama tersebut dilakukan oleh Perum Perumnas, untuk menghindari kemungkinan dijadikannya rumah sebagai tempat untuk berinvestasi. Selain itu, dengan dibangunanya kerjasama itu, maka kebutuhan akan rumah bagi pekerja, akan lebih tepat sasaran.

Dalam pertemuan untuk membangun kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak Perum Perumnas, yang secara langsung direpresentasikan oleh Direktur Pemasaran, Muhammad Nawir. Sementara dari kalangan buruh, hadir Sekretaris Jenderal KSPSI, Subiyanto. Selain kedua belah pihak, turut hadir pula Kepala Divisi Pengembangan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Adjat Sudrajat.

Menurut Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo, kebutuhan akan perumahan pada saat ini cukup besar dari kalangan buruh. Sehingga Perumnas melihat adanya peluang yang besar bagi penyediaan perumahan. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi digandengnya KSPSI untuk melakukan pemetaan kebutuhan perumahan.

Dalam siaran persnya, Bambang Triwibowo menilai bahwa langkah kerjasama ini merupakan terobosan baru yang dilakukan Perum Perumnas, agar dalam pembangunan perumahan dapat langsung menyasar target penghuni. “Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat melepaskan diri dari kondisi umum yang ada saat ini, yaitu sebagai produk atau alat investasi,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Subiyanto, kebutuhan perumahan di kalangan buruh masih sangat tinggi, terlebih di lokasi yang dekat dengan kawasan industri. “Masih banyak buruh yang belum memiliki rumah,” terangnya.

Ia mengatakan asumsi jumlah pekerja formal saat ini sebanyak 45 juta orang. Dimana 42% diantaranya, atau sekitar 19 juta adalah buruh yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Dan sekitar 7 juta diantaranya belum memiliki rumah,” sambungnya.

Hasil pertemuan tersebut, sedianya akan dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding). Sementara untuk skema pembiayaannya, Perum Perumnas akan menggandeng Bank BTN, Jamkrindo, SMF, dan BPJS Ketenagakerjaan. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: kabarburuh[email protected]