Transkrip Pernyataan Saksi dalam Sidang Kasus Penangkapan 26 Aktivis Buruh

Sidang terhadap 23 aktivis buruh, 2 orang pengacara dari LBH Jakarta dan 1 orang mahasiswa, terkait demonstrasi buruh yang dibubarkan oleh aparat kepolisian, pada tanggal 30 Oktober 2015, telah memasuki sidang ke-20. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, juga telah memasuki babak penyampaian para saksi dari kalangan buruh (terdakwa).

Dalam sidang yang digelar pada hari Selasa, 30 Agustus 2016 lalu, menghadirkan salah satu saksi dari buruh. Adalah Budi Wardoyo, dari Politik Rakyat yang menjadi saksi meringankan buruh, di hadapan para majelis hakim. Berikut adalah transkrip kesaksian Budi Wardoyo, yang diterima oleh Kabar Buruh.

Hakim
Ada KTP nya?

Budi Wardoyo
KTP saya masih hilang, makanya saya baru mengurusnya lagi, makanya saya pakai. Passport. Saya dari Politik Rakyat.

Jadi latar belakangnya waktu itu pemerintahan Jokowi-JK mengeluarkan paket ekonomi. PP 78 yang ditolak semua serikat buruh adalah paket ekonomi jilid IV. Paket I-IV secara kasat mata untuk melindungi investor dan para pengusaha.

Misalnya, paket I adalah untuk mendorong paket strategis, II untuk menarik investor sebanyak-banyaknya dengan cara debirokratisasi dan deregulasi. Paket III, memberikan subsidi pada para pengusaha, misalnya BBM perusahaan. Energi untuk industri ditambah.

Paket IV, yang kemudian muncul PP 78, justru semakin menegaskan seluruh paket ekonomi saat itu memang untuk kepentingan segelintir, bukan untuk rakyat. Karena PP 78 yang merupakan bagian dari paket IV, yang membatasi kenaikan upah berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Padahal, kenaikan sebelumnya kenaikan upah sudah bisa 20 persen di beberapa kota. Tapi, dengan adanya PP 78 kenaikan hanya 10-11 persen.

Hakim
Apa tujuannya dari konfederasi-konfederasi serikat itu melakukan aksi?

Budi Wardoyo
Ketika pemerintah Jokowi-JK mengeluarkan paket itu juga diikuti dengan ancaman oleh pemerintah. Misalnya Luhut, sudah menteror rakyat, buruh, kalau ada yang macam-macam akan saya libas seperti Papua. Tanggal 29 Oktober, Ahok juga mengeluarkan statement yang sama khusus di Jakarta dengan peraturan gubernur pembatasan aksi unjuk rasa. Kapolri mengeluarkan surat edaran hate speech, kritik-kritik di medsos akan dikenakan hukum pidana.

Di buruh, sama dengan gerakan lain, menyadari paket ekonomi yang dilindungi paket represif, tidak bisa dibiarkan. Ini harus ditolak. Ada rangkaian upaya perlawanan. Aksi 30 Oktober hanya satu rangkaian menolak PP 78. Rangkaian besarnya sampai pemogokan nasional ke-III yang waktu itu diharapkan bisa membuat pemerintah mencabut, walaupun setelah mogok PP 78 masih dijalankan.

Tujuan aksi tanggal 30 pertama adalah tentu saja menuntut pencabutan PP 78 2015. Kedua, meneguhkan sikap, sekalipun Luhut, Ahok, sudah melakukan teror terhadap protes rakyat, bagi buruh, ketika upah dirampas, mau tidak mau kita harus berdiri berhadap-hadapan dengan pemerintah.

Hakim
Ada kelompok-kelompok lain melakukan aksi?

Budi Wardoyo
Jadi di luar teman-teman buruh, saya bukan dari organisasi buruh, dari Politik Rakyat, ada teman-teman mahasiswa. Seperti Hasim, dia dari Federasi Mahasiswa Kerakyatan, ada juga Serikat Mahasiswa Indonesia, yang salah satu mantan ketuanya menjadi terdakwa. Juga Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, teman-teman pemuda dalam KPOP, Asosiasi Pelajar Indonesia, ada teman-teman dari Persatuan Perjuangan Indonesia, Perempuan Mahardika, Pelangi Mahardika, organisasi LGTB yang bersolidaritas dengan teman-teman buruh.

Hakim
Ada sekitar berapa orang yang rencana turun aksi?

Budi Wardoyo
Bisa sekitar 20 ribu orang yang turun unjuk rasa. Di atas 20 ribu.

Hakim
Apakah ada Hasim di organisasi mahasiswa itu?

Budi Wardoyo
Hasim adalah salah satu pimpinan FMK yang menjadi bagian penolak PP 78.

Hakim
Hubungannya apa dengan Hasim?

Budi Wardoyo
Setahu saya FMK memang sudah dari lama terlibat dalam berbagai aksi-aksi advokasi yang berkaitan dengan persoalan-persoalan rakyat. Saya mengenal Hasim 2-3 tahun lalu. Saya pernah di Samarinda ketemu dia. Saat itu, momentum kenaikan BBM. Hasim bersama teman-teman buruh menolak kenaikan BBM. Dalam kasus penggusuran, di berbagai kota, FMK juga terlibat dalam advokasi warga yang menjadi korban penggusuran. Termasuk kasus Rembang, juga perampasan tanah di Urut Sewu, Kebumen.

Dalam PP 78, teman-teman FMK dari awal sudah melakukan berbagai kampanye penolakan paket ekonomi beserta turunannya salah satunya PP 78. Teman-teman membuat berbagai posko di kampus sosiaisasi PP 78, dan dukungan gerakan buruh yang rencana melakukan mogok nasional ke-3.

Hakim
Apakah ini yang pertama kali?

Budi Wardoyo
Tidak, ini sudah kesekian kali, termasuk di pemogokan nasional pertama dan kedua.

Hakim
Apa peran dan tugas selama demo 30 Oktober 2015?

Budi Wardoyo
Pada tanggal 30, rencana aksi dipimpin kawan-kawan serikat buruh. Pada tanggal 30 Oktober, Hasim adalah bagian dari massa aksi meski ia pimpinan.

Hakim
Kapan Anda bertemu dengan Hasim?

Budi Wardoyo
Setelah magrib di depan Istana negara. Setelah Magrib, saya dan Hasim berada dalam satu barisan yang sama. Kebetulan saya dan Hasim ada di dalam. Dia ada di sebelah saya di seberang jalan.

Hakim
Tadi saudara bilang ada sekitar 20 ribu atau lebih massa aksi, apakah konsisten? Masih berjumlah 20 ribu?

Budi Wardoyo
Saya pikir begitu. Dari latar belakangnya, kemarahan buruh sudah sangat tinggi. Bahkan sampai hari ini, teman-teman buruh masih sangat marah ketika pemerintah mengeluarkan PP 78. Sampai sore massa masih membludak, karena saya tahu kawan-kawan sangat jengkel. Subsidi dihilangkan diberikan ke para pengusaha, justru upah buruh dipangkas.

Hakim
Massa aksi memenuhi merdeka utara?

Budi Wardoyo
Iya.

Hakim
Apakah Anda melihat batasnya?

Budi Wardoyo
Dari depan istana sampai lampu merah mendekati RRI.

Hakim
Merdeka utara batasnya?

Budi Wardoyo
Sebelum MA dari arah istana. Lalu lintas semuanya dikunci. Kawan-kawan dari GBI-KAU tetap dalam keadaan yang solid dan tidak sedang melakukan tindakan provokasi. Unjuk rasa damai.

Hakim
Seberapa sering anda melakukan aksi ?

Budi Wardoyo
Sudah lama sekali sejak sebelum Soehato jatuh. Masih melakukan aksi juga karena belum berubah. Sering, tapi saya ingin mengatakan ada satu periode yang aksi hampir selalu dilakukan di malam hari itu hampir sepanjang 2012.

Dulu, kawan-kawan buruh menyebutnya sebagai aksi Grebek Pabrik atau Gruduk Pabrik. Itu adalah aksi mogok pabrik yang didukung teman-teman buruh dari pabrik lain. Aksi itu tidak mengenal waktu. Polresnya pak Wahyu yang dimutasi di Jaksel.

Aksi dimulai bisa pagi jam 6-7, bisa diakhiri jam 9 malam. Atau sebaliknya. Aksi bisa dimulai jam 11 malam. Bisa juga subuh atau selesainya subuh. Yang saya ikuti, di PT 3M di Tambun, aksi dimulai dari pagi, kalau tidak salah selesai jam 3 subuh. Ribuan orang yang datang.

Hakim
Apa demonya sama seperti 30 Oktober?

Budi Wardoyo
Tentu saja. Ada yel-yel, mobil komando, dalam jumlah besar meski tidak sebesar tanggal 30. Dalam jumlah 5 ribu, kadang 10 ribu.

Hakim
Respon aparat kepolisian?

Budi Wardoyo
Polisi membantu mengamankan, tapi tidak membubarkan. Pak Wahyu, saya lihat pernah ketemu juga. Pak Wahyu mengatakan karena banyak pelanggaran dilakukan perusahaan dan tampaknya pemerintah tidak berdaya, dalam hal ini dinas tenaga kerja, ya apa boleh buat.

Karena ini berkaitan dengan hak-hak normatif buruh, maka buruh harus katakanlah semacam memaksa pengusaha mematuhi undang-undang. Karena banyak pengusaha melanggar dalam hubungan kerja, seperti kontrak terus menerus, kontrak terus sampai tua. Kedua, outsourcing. Karena itu disadari ketidakberdayaan pemerintah, buruh menuntut sendiri. Dan itu berlangsung 6-7 bulan setiap hari. Demonstrasi siang, subuh.

Hakim
Ada penangkapan tidak?

Budi Wardoyo
Tidak ada penangkapan.

Hakim
Berapa kali aksi pada malam hari ditangkap polisi?

Budi Wardoyo
Sepengalaman saya, kecuali tanggal 30, saya tidak pernah mendapatkan aksi ditangkap. Kalau pengalaman saya, malam, kalau dibubarkan pernah tapi tidak sampai penangkapan. Makanya saya heran kenapa teman-teman ada di sini (pengadilan)?

Seperti aksi 2012, ada gas air mata, bentrok, tapi ya berikutnya sudah selesai. Setelah kawan-kawan bubar, ada yang diinterogasi, tapi selesai, tidak ada yang dibawa ke pengadilan. Bahkan saat itu aksi di DPR bersama teman-teman mahasiswa, bahkan sempat ada air keras, tapi tidak ada yang dikriminalisasi.

Hakim
Kembali ke demo 30 Oktober 2015, saudara mendengar ada negosiasi soal waktu. Anda ada di barisan depan?

Budi Wardoyo
Informasi yang saya dapat, karena saya tidak telribat dalam negosiasi, ada kesepakatan menambah waktu.

Hakim
Apa alasan massa demonstrasi masih bertahan?

Budi Wardoyo
Selain kebebasan berpendapat dilindungi UU. Teman-teman yang melindungi aksi tanggal 30, pimpinan sadar betul mereka dilindungi Undang-Undang No 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Sekitar jam 4, setahu saya ada perwakilan pemerintah, Hanif Dhakiri, Mensesneg, Pratikno – waktu itu – Deputi Kantor Staf Presiden, bersedia menemui perwakilan buruh. Tapi dalam pertemuan tersebut justru pemerintah menegaskan tidak akan mencabut, membatalkan PP 78. Sehingga kawan-kawan keluar dan aksi dilanjutkan.

Bertahan, untuk memberikan pesan pada pemerintah PP 78/2015 yang merampas upah buruh, merampok kesejahteraan buruh tidak bisa dipertahankan pemerintah. PP itu keputusan yang blunder, salah. Aksi sangat tertib orang hanya berorasi, berteriak, bernyanyi. Baris sangat rapi.

Hakim
Ada pengrusakan, lempar batu, pemukulan ke aparat?

Budi Wardoyo
Tidak ada sama sekali. Bahkan ketika teman-teman digebuki gerombolan liar TBC, yang belakangan kita ketahui ternyata polisi, tidak ada perlawanan dari teman-teman buruh.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]