Buruh PT Unitama Sari Mas Adukan Kasusnya ke Komnas Perempuan

Jakarta – Serikat Buruh Unitama Sari Mas bersama Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), melaporkan sejumlah pelanggaran hak buruh perempuan kepada Komnas Perempuan, kemarin (31/08/2016).

PT. Unitama Sari Mas merupakan perusahaan yang memproduksi kamper, pengharum ruangan, lem tikus, dan lain-lain. Sekitar 80% buruh di perusahaan ini adalah perempuan. Perusahaan ini dinilai telah melanggar hak-hak buruh perempuan, antara lain tidak diberikannya cuti hamil dan cuti keguguran.

Khoirotun Nisak mengadukan kasus yang dialaminya ke Komnas Perempuan. Ia mengalami keguguran akibat menghirup bahan kimia saat bekerja. Sesuai dengan UU ketenagakerjaan No 13 tahun 2003 pasal 82, seharusnya ia memperoleh cuti keguguran selama 1,5 bulan. Namun perusahaan hanya memberikan cuti selama 3 hari dengan keterangan sakit kuret.

Setelah dilakukan mediasi akhirnya perusahaan memberikan cuti selama 1 bulan. “Itu pun hanya lewat lisan tanpa bukti tertulis. Ini tetap terhitung melanggar undang-undang, karena ketetapan Undang-undang menyatakan cuti keguguran yaitu selama 1,5 bulan. Hal inilah yang mendasari pengaduan ke Komnas Perempuan,” ujarnya ketika mengadukan kasusnya.

Menurut KASBI, pelanggaran atas hak buruh perempuan di PT. Unitama Sari Mas, sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Sudah banyak buruh perempuan yang menjadi korban. Namun baru kali ini, setelah buruh PT. Unitama Sari mas membentuk serikat, mereka berani melaporkan.

Selama pengaduan di Komnas Perempuan, ternyata masalahnya bukan hanya terkait atas hak buruh perempuan. Terdapat pula pelanggaran yang dilakukan PT. Unitama Sari Mas yang termasuk dalam pelanggaran hukum pidana.

Perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya ke dinas tenaga kerja, upah yang tidak layak, tidak adanya alat pelindung diri, tidak adanya jaminan keselamatan kerja, itu beberapa hal yang dilanggar perusahaan.

Terlebih lagi setelah buruh PT. Unitama Sari Mas membentuk serikat buruh pada 1 Maret 2016, perusahaan melakukan PHK kepada 12 pekerjanya. Saat seluruh buruh memprotes, perusahaan justru mem-PHK semuanya yang berjumlah 151 orang. Mereka digantikan dengan buruh baru dengan pengawalan sejumlah aparat kepolisian yang dikerahkan oleh perusahaan. (man)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]