Sidang 26 Aktivis Buruh yang Menolak PP Pengupahan Kembali Digelar

Jakarta – Selasa siang ini (30/8/2016), Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali akan menggelar sidang kasus perburuhan. Sebanyak 23 buruh, 2 pengacara LBH Jakarta, dan 1 mahasiswa akan disidangkan, dalam kasus melawan aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa menolak Peraturan Pemerintah No. 78 tentang Pengupahan.

Para buruh, pengacara dan mahasiswa ditangkap kepolisian dan dikenakan pasal 216 dan 218 KUHP. Mereka dituduh melawan aparat, karena tidak mau membubarkan diri dalam aksi yang diikuti oleh ribuan buruh se Jabodetabek.

Pada sidang sebelumnya, dihadirkan saksi dari pihak buruh yaitu Alghif Aqsa yang merupakan Direktur dari LBH Jakarta. Dihadapan majelis hakim, Alghif mengatakan bahwa dakwaan pasal tersebut, merupakan ciri khas dari Orde Baru, yang kerap dikenakan oleh para aktivis yang kritis terhadap pemerintah Orde Baru.

Sidang pada Selasa siang nanti, kembali akan menghadirkan saksi meringankan dari para terdakwa. Para pengacara buruh yang tergabung dalam Tim Advokasi Buruh Indonesia, akan menghadirkan saksi dari para pimpinan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia.

Sedianya, sidang akan berlangsung pada pukul 11.00 WIB, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar 24-28. Dan seperti biasanya, pihak buruh juga akan tetap menggelar aksi di depan pengadilan, sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan mereka yang dijadikan terdakwa dalam persidangan itu. (pur)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]