KP-KPBI Akan Gelar Kongres Persatuan Buruh, 2- 4 September 2016

Jakarta – Pada tanggal 2 – 4 September 2016 nanti, Komite Persiapan Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI), akan menggelar kongres persatuannya yang pertama. Sedianya, kongres yang mengambil tema Membangun Persatuan Buruh Indonesia itu, akan dilangsungkan di Bogor, Jawa Barat.

Tema tentang persatuan buruh, dinilai menjadi hal yang cukup fundamental saat ini di kalangan buruh. Mengingat paska reformasi sampai dengan saat ini, persatuan gerakan buruh justru mengalami satu ironi. Karena fakta yang terjadi justru sebaliknya. Perpecahan demi perpecahan di kalangan serikat buruh, terus terjadi karena berbagai faktor. Baik faktor ideologi, ataupun dikarenakan kepentingan sektor dan pemimpin buruh yang berbeda-beda.

Menurut Ilham Syah, Ketua Umum Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), yang juga menjadi salah satu serikat yang bergabung dalam KPBI. Fragmentasi gerakan buruh yang memiliki banyak konfederasi, memerlukan berbagai terobosan untuk mempersatukannya. “Butuh berbagai terobosan untuk persatuan buruh, namun yang paling penting adalah menyatukan gerakan buruh dalam perspektif kelasnya,” ujarnya dalam wawancara dengan Kabar Buruh.

Namun demikian, ia menilai bahwa situasi gerakan buruh dalam lima tahun terakhir cukup positif. Hal ini ditunjukan dengan kemampuan mobilisasi buruh dalam berbagai momentum, yang terus membesar. “Ini merupakan bentuk nyata dari kemajuan gerakan buruh Indonesia. Dan harus kita dorong untuk terus maju dan berkualitas,” tegasnya.

 

Proses KP-KPBI Menuju Kongres Persatuan

Cerita awal tentang pembangunan KPBI bermula dari diskusi yang dilakukan antara FBPTI dengan Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), pada awal tahun 2015 lalu. Diskusi tersebut terkait dengan situasi gerakan buruh, dan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masing-masing serikat buruh.

Dari diskusi dan refleksi itu, berujung pada kesimpulan dibutuhkannya kerjasama antar serikat buruh, untuk menghadapi berbagai serangan dari para pengusaha terhadap serikat buruh. Terlebih lagi, paska gelombang pemogokan akhir 2015, yang memunculkan serangan balik dari pengusaha dalam bentuk PHK massal. “Pada saat itu, FPBI saja kehilangan lebih dari 2.000 anggotanya yang di PHK,” ujarnya mencontohkan.

Kerjasama antar serikat dapat dilakukan dalam bentuk aksi massa melawan kebijakan pemerintah yang anti buruh, dan juga aksi-aksi solidaritas dalam perjuangan buruh di tingkat pabrik. Yang artinya tidak hanya melakukan respon terhadap isu-isu besar, namun juga juga respon terhadap isu-isu kecil yang sehari-hari dirasakan oleh buruh.

Dan pada titik perayaan hari buruh internasional pada tahun 2015, FBTPI dan FPBI membulatkan tekat untuk memunculkan nama Komite Persiapan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KP-KPBI). Selain itu, KP-KPBI juga terlibat aktif untuk mendorong persatuan gerakan buruh dalam skala yang lebih luas. Hal ini ditandai dengan bergabungnya KP-KPBI ke dalam aliansi buruh yang bernama Gerakan Buruh Indonesia (GBI).

Dalam perjalanannya, cukup banyak federasi serikat buruh yang kemudian ikut serta bergabung dalam KP-KPBI. Hingga saat ini, tercatat telah bergabung berbagai federasi serikat buruh, yang selain FBTPI dan FPBI. Federasi serikat buruh tersebut antara lain adalah FSPBC, SPKAJ, Fserbuk, FSP2KI, FSPBI, FBLP.

 

Mendorong Maju Perjuangan Kelas Buruh

KP-KPBI adalah refleksi atas sebuah kebutuhan serikat buruh dalam tingkat konfederasi yang progresif, untuk memajukan perjuangan kelas buruh di Indonesia. Dan persatuan gerakan buruh, merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh serikat-serikat buruh.

Bukan hanya ditingkat nasional saja, ke depan, KP-KPBI juga akan menggagas sebuah persatuan gerakan buruh di tingkat regoional, Asia. “Kondisi buruh di Asia, relatif memiliki kesamaan. Demikian juga dengan gerak modal di Asia yang juga cukup dinamis. Maka, konsolidasi gerakan buruh tingkat regional juga menjadi rencana kami ke depan,” ungkap lelaki yang akrab disapa Boing tersebut.

Menurut Ilham Syah, gerakan buruh yang progresif dan maju tidak hanya akan bicara tentang persoalan perburuhan semata. Berbagai persoalan yang dialami oleh rakyat Indonesia akibat dari penetrasi modal dan pembangunan yang mengabaikan hak rakyat, juga harus diperjuangkan oleh serikat buruh.

Untuk itu, KP-KPBI juga akan mendorong terbentuknya program-program organisasi dalam kongres nanti, yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat di sektor yang lain. “Konfederasi akan memperjuangkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis. Memperjuangkan hak-hak tanah bagi petani. Serta menjunjung tinggi nilai demokrasi dan Hak Asasi Manusia,” pungkasnya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Alfa Gumilang

Alfa Gumilang

Redaksi kabarburuh.com dan aktif di Komunitas Kretek.