KSPI Minta Dana Pensiun Buruh Setara dengan PNS

Jakarta – Program Jaminan Pensiun bagi buruh, yang merupakan bagian dari program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, diminta dapat dinaikan iurannya hingga 8 persen. Dan saat memasuki usia pensiun, buruh dapat menikmati dana pensiun sebesar 60 persen dari gaji, seperti yang diterima oleh PNS.

Hal ini dikemukakan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal ketika diwawancarai oleh Okezone. Saat ini besaran iuran untuk jaminan pensiun bagi buruh hanya sebesar 3 persen dari gaji pokok.

“Besaran 3 persen tersebut hanya bisa memberi manfaat 15-40 persen dari gaji terakhir. Uang pensiun yang akan diterima masih jauh dari kata layak untuk hari tua buruh. Jangan terlalu rendah iurannya, kami berharap 8 persen dari gaji pokok buruh,” ungkap Said Iqbal.

Dalam perhitungannya, besaran iuran yang hanya 3 persen, dengan asumsi masa kerja buruh selama 55 tahun dan gaji antara 2 hingga 3 juta rupiah per bulan, maka uang pensiun yang diterima oleh buruh hanya 300 ribu hingga 500 ribu rupiah per bulan.

Ia memperbandingkan dengan besaran dana pensiun bagi PNS yang sebesar 60 persen dari gaji terakhir. “PNS mendapatkan 60 persen dari gaji terakhir. Kalau pakai PP 45 Tahun 2015, hanya sebesar 300 ribu. Kalau 15 tahun lagi masih 300 ribu, ya kan kayaknya engga memungkinkan,” sambungnya.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 2015 tentang Pensiun, disebutkan jumlah uang pensiun yang akan didapat pekerja berkisar 300 ribu rupiah hingga 3,6 juta rupiah. Jumlah itu didapat setelah pekerja mengiur selama 180 bulan atau 15 tahun. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]