KASBI Gelar Halal bi Halal dengan Tema MEA dan Nasib Buruh Indonesia

Jakarta – Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), kemarin (31/8/2016) melaksankan acara Halal bi Halal yang dilangsungkan di Gedung Juang, Jakarta Pusat. Acara tersebut merupakan acara internal yang ditujukan untuk memperkuat soliditas para anggota organisasi.

Dalam acara yang dibuka dengan sambutan dari Nining Elitos selaku Ketua Umum Konfederasi KASBI, juga dihadiri oleh pimpinan berbagai federasi serikat buruh anggota KASBI yang berasal dari berbagai daerah.

Dengan mengambil tema Masyarakat Ekonomi Asean dan Nasib Buruh Indonesia, sedianya akan dilakukan dialog dengan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan juga Ketua Komisi IX Dede Yusuf. Namun keduanya urung hadir dalam acara tersebut.

Dalam pandangan umum Konfederasi KASBI yang disampaikan oleh Simon SH, selaku Ketua Departemen Hubungan Internasional, mengatakan bahwasanya nasib buruh itu sama, tak peduli dari mana asalnya dan bekerja di mana. “Sejatinya buruh itu sama, sama-sama ditindas kaum modal. Buruh itu seperti tisu bagi orang yang kena flu, setelah dipakai lalu dibuang,” ujarnya.

Sementara menanggapi isu buruh asing dari China yang belakangan masif, ia mengatakan bahwa hal tersebut adalah upaya dari pemilik modal untuk mengadu domba antar buruh dan menakut-nakuti buruh. “Contohnya saja, ketika buruh tak mau patuh, maka akan diambil tenaga kerja asing,” sambungnya.

KASBI juga mengkritik kebijakan pemerintah dalam melakukan razia terhadap tenaga kerja asing tanpa dokumen resmi, yang dinilai menyalahkan buruh tanpa kemudian melihat bahwa kehadiran mereka adalah karena adanya agensi tenaga kerja. “Seperti juga nasib TKI kita di luar negeri. Yang dirazia dan disalahkan adalah TKI nya, bukan agensi yang membawa para TKI,” tegasnya.

Secara umum, pandangan KASBI terhadap kondisi perburuhan saat ini tak lepas dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Posisi pemerintah yang lebih pro terhadap kaum modal dan menghamba pada investasi, membuat Negara lupa untuk berupaya keras dalam memberikan perlindungan terhadap buruh, dan bahkan mengabaikan hak-hak dasar buruh.

Jelang selesainya acara tersebut, nampak hadir Dirjen PHI dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang, yang mewakili Hanif Dhakiri karena berhalangan hadir untuk menyambut kunjungan Perdana Menteri Malaysia.

Haiyani sempat membacakan sambutan tertulis dari Hanif Dhakiri, yang mengucapkan ‘maaf lahir dan batin’ pada momentum halal bi halal kali ini. Selanjutnya ia menyapaikan perihal pentingnya komunikasi dan interaksi dalam dunia ketenagakerjaan, seperti yang dilakukannya saat ini.

Perihal tema acara tersebut, ia mengatakan bahwa pemerintah berupaya memperkuat dunia ketenagakerjaan untuk menyambut integrasi negara-negara ASEAN melalui MEA. “Misalnya saja dengan memanfaatkan dan mempercepat pelaksanaan pelatihan-pelatihan di berbagai balai latihan kerja. Tak ada lagi pembatasan usia untuk bisa mengakses BLK,” terangnya.

Acara yang digelar sejak pukul 13.00 WIB tersebut, selesai pada sekitar pukul 16.00 WIB. Yang ditutup dengan pagelaran hiburan musik dari grup-grup musik buruh dari berbagai basis Konfederasi KASBI. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]