Program Ramadan FSPASI, Berbagi Pada Sesama

Buruh dan jalanan, bagi masyarakat umum akan selalu identik dengan aksi demonstrasi buruh. Entah menuntut kenaikan upah, entah menuntut penghapusan sistem kerja kontrak, atau menuntut kebebasan berserikat, atau apa.

Hal yang identik itu kemudian kerap kali direspon negatif oleh publik, baik karena dianggap rusuh dan meresahkan, karena menyebabkan kemacetan, meninggalkan sampah, atau lain sebagainya. Sayang sekali memang anggapan itu, walau hal itu tak sepenuhnya salah publik. Mengingat berbagai media massa, kerap menjadikan hal-hal tersebut di atas sebagai content dari berita tentang buruh.

Lebih jauh lagi, dengan berbagai berita tentang demonstrasi buruh. Maka seolah-olah kegiatan dari buruh melulu tentang demonstrasi dan menuntut. Padahal cukup banyak kegaitan buruh dan serikat buruh lain, seperti pelatihan, advokasi kasus melalui jalur hukum, dan lain-lain.

Program Ramadan FSPASI
Demikian juga halnya seperti yang dilakukan oleh sekelompok buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI). Pada bulan Ramadan ini, FSPASI mempunyai program khusus, yang diberi nama Program Ngabuburit on the Road.

Program ini bentuknya adalah pembagian takjil kepada masyarakat umum yang masih berada di jalan ketika waktu berbuka telah tiba. Mereka yang masih di jalan saat waktu berbuka, sebagian besar juga adalah para pekerja. Karena kerjanya, mereka harus merelakan waktu berbukannya di tengah jalan.

Menurut Nanang Sumarti, Sekjend FSPASI, selain membagikan takjil kepada publik, sebagai bentuk dari serikat buruh untuk berbagi kepada masyarakat lain. Program ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan organisasi dalam bentuk brosur. Tak lupa, juga dibagikan kepada publik jadwal imsyakiyah dan buka.

FSPASI3

Salah satu kegiatan tersebut dilakukan oleh FSPASI pada hari Senin, 13 Juni 2016 lalu. Dua basis FSPASI di wilayah Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta dan di daerah Cileungsi, Bogor, secara serentak membagikan takjil jelang waktu berbuka.

Dari mana uang yang digunakan untuk menyiapkan takjil guna dibagikan itu? Kepada Kabar Buruh, Nanang Sumarti menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan hasil dari pengumpulan dana dari anggota FSPASI.

“Takjil yang dibagikan merupakan hasil pengumpulan dana dari anggota Barisan Pelopor FSPASI. Barisan Pelopor FSPASI adalah salah satu pilar penting dari serikat buruh kami,” tuturnya menjelaskan.

Tak cukup hanya ‘sekadar’ membagikan takjil, FSPASI juga memiliki program lain selama bulan Ramadan ini. Program serikat ini lebih menekankan pada berbagai kegiatan yang memiliki aspek sosial, sebagai bagian dari melatih diri dan perjuangan kaum buruh.

Dimana Barisan Pelopor FSPASI juga memberikan bantuan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim, yang berada di wilayah dekat basis serikat tersebut. “Program Ramadan FSPASI yang banyak berbentuk kegaitan sosial ini, juga bagian dari organisasi untuk membangun kaderisasi anggota Barisan Pelopor,” sambung Nanang.

Apa yang dilakukan FSPASI atau juga kegiatan lain yang dilakukan oleh serikat buruh lainnya, semata tulus mereka untuk berbagai di bulan penuh hikmah ini. Sekaligus membuktikan kepada publik, bahwa buruh dan serikat buruh bukan hanya memikirkan kepentingan buruh semata, seperti yang kerap dituduhkan kepada mereka.

Perjuangan untuk hak-hak mereka dilakukan, begitu juga perjuangan untuk membentuk mentalitas diri yang mau berbagi, juga mereka lakukan. Semua dibangun dan dilakukan dari menyisihkan hasil keringat mereka, bukan dari pihak-pihak lain. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Alfa Gumilang

Alfa Gumilang

Redaksi kabarburuh.com dan aktif di Komunitas Kretek.