LBH Yogyakarta Buka Posko Pengaduan THR

Yogyakarta — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta membuka posko pengaduan pelanggaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan. Namun demikian, LBH Yogyakarta juga membuka diri untuk pengaduan kasus THR di daerah Jawa Tengah bagian selatan.

Walaupun selama beberapa tahun ini kasus pengaduan jumlahnya relatif kecil, namun LBH Yogyakarta tetap membuka posko pengaduan. “Rata-rata hanya belasan kasus yang dilaporkan ke LBH setiap tahun dan sebagian besar merupakan kasus perorangan,” ujar Rizki Fatahilah, staf advokasi LBH Jakarta.

Untuk tahun 2015 lalu, tercatat hanya ada 15 pengaduan THR. Namun dari 15 kasus tersebut, tidak ada yang berujung pada kemenangan buruh. “Selama ini advokasi kerap terhenti di tengah jalan karena buruh memilih untuk mengalah kepada perusahaannya,” jelasnya.

Faktor yang membuat kasus THR tak berlanjut adalah karena pelanggaran THR kerap masuk ke hukum perdata. “Buruh merasa lelah dan kehabisan energi. Kami berusaha melakukan advokasi, tapi masalah ini tidak seperti pidana. Kalau mau memperselisihkan tergantung dari buruh itu sendiri,” sambungnya.

Untuk itu, ia menyarakan kepada buruh yang mengalami masalah pembayaran THR, agar memperselisihkannya dengan pengusaha. Selain itu, juga melaporkannya kepada pengawas ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja setempat.

Adapun bentuk kasus pembayaran THR yang terjadi pada tahun lalu, kebanyakan adalah kasus pelanggaran tidak memberi tunjangan kepada pekerja. Dan juga melakukan PHK sebelum hari raya, yang merupakan motif klasik perusahaan, sehingga tidak perlu membayar THR. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]