Apindo Jateng: Kalau Perusahaan Mampu, THR Pasti Diberikan Penuh

Jakarta — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menghimbau kepada seluruh perusahaan yang bernaung di bawahnya, agar memenuhi tunjangan hari raya (THR) yang wajib diberikan kepada buruh.

Hal ini disampaikan oleh Frans Kongi, Ketua Apindo Jateng. Dan salah satu yang harus ditaati adalah waktu pemberian THR. “Kalau idealnya sih H-7 Lebaran, tetapi ada juga beberapa perusahaan yang memberikannya sebelum H-7,” kata Frans Kongi di Semarang.

Namun demikian, ia masih memaklumi dan tidak dapat memaksa perusahaan untuk memberikan THR sesuai dengan waktu dan besaran yang ditentukan. Alasan yang disampaikannya adalah kondisi ekonomi yang belum membaik.

“Kondisi ekonomi belum sepenuhnya membaik, belum seluruh perusahaan pulih keuangannya. Kondisi ini berdampak pada kemampuan perusahaan untuk membayar THR para karyawan,” katanya seperti diwartakan oleh Okezone.

Karena itulah, Apindo hanya dapat mengimbau perusahaan untuk melakukan dialog dengan karyawan. “Ketika karyawan memahami kondisi perusahaan, pemberian THR tidak akan berdampak pada kesalahpahaman antara perusahaan dengan karyawan,” sambungnya.

Ia mencontohkan pada tahun-tahun yang lalu, perusahaan yang kesulitan keuangan akan membayarkan THR sebanyak dua kali. Bisa 50 persen sebelum Lebaran, dan sisanya dibayarkan usai Lebaran. “Selama sudah ada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan, harusnya tidak menimbulkan masalah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jangan sampai ada pihak-pihak yang memprovokasi masalah THR ini. Menurutnya jika memang dari sisi keuangan perusahaan mampu untuk memberikan THR secara penuh, maka THR pasti akan diberikan kepada buruh.

Kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan di Jateng, ia berharap jika ada kesepakatan antara buruh dan pengusaha, hal itu tidak menganggap hal itu sebagai sebuah kesalahan. “Disnaker hanya memantau pemberian THR, tetapi kalau perusahaan tidak mampu seharusnya tidak ada paksaan untuk memenuhi itu,” tuturnya.

Dalam peraturan menteri ketenagakerjaan yang baru trntang THR, selain batas waktu minimal 7 hari sebelum Lebaran, THR harus diberikan. Juga dicantumkan buruh yang baru bekerja selama satu bulan, juga berhak mendapatkan THR. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]