FSBN Duga PHK Terhadap 33 Buruh PT Karyatugas Karena Mendirikan Serikat

Tangerang – Siang tadi puluhan buruh dari Federasi Serikat Buruh Nusantara (FSBN), yang berafiliasi dengan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), melakukan unjuk rasa di depan PT Karyatugas Paramitra, Kabupaten Tangerang, Banten.

Walau di tengah waktu puasa, para buruh tetap melakukan aksi, karena merasa hak mereka sebagai buruh telah dihalang-halangi oleh perusahaan. Pasalnya, sebanyak 33 orang buruh di perusahaan tersebut, per tanggal 1 Juni 2016 dinyatakan telah di putus hubungan kerjanya (PHK), oleh perusahaan.

Dalam pernyataannya kepada media yang dirilis oleh pengurus serikat buruh tingkat perusahaan, mengatakan bahwa kasus yang dialami oleh para buruh tersebut berawal dari para buruh yang hendak menggunakan haknya untuk mendirikan serikat. Sebelumnya, perusahaan juga telah melakukan berbagai bentuk upaya penghalangan, berupa skorsing, surat peringatan, sampai dengan mutasi kerja.

Menurut Padna, selaku Ketua Serikat Buruh Tingkat Pabrik PT Karyatugas Paramitra, yang berafiliasi ke FSBN-KASBI, yang dilakukan perusahaan adalah bentuk dari pengekangan demokrasi bagi buruh yang ingin mendirikan serikat. Hal ini berkontradiksi dengan peraturan yang berlaku, dimana kebebasan berserikat telah dijamin melalui Undang-Undang No. 21 tahun 2000 tentang Kebebasan Berserikat.

PT Karyatugas Paramitra adalah perusahaan yang bergerak di bidang perakitan mobil, yang berdiri sejak tahun 1995. Dimana pada saat ini, terdapat sekitar 70 orang yang bekerja di perusahaan tersebut, dengan status buruh tetap maupun borongan.

Dalam pengumuman PHK yang dikeluarkan oleh perusahaan, disebutkan bahwa bagi buruh yang telah di PHK merupakan tanggung jawab Saudara Padna (Ketua Serikat Buruh), bukan tanggung jawab dari perusahaan. Tertulis juga bahwa bagi nama-nama yang di PHK agar memintakan uang pesangon atau sejenisnya kepada Padna, bukan kepada Ibu Ruth sebagai personalia perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga mengatakan bahwa bagi para buruh yang ingin menyelesaikan masalah hubungan industrial ini secara baik-baik dan membatalkan PHK, maka harus segera menghubungi HRD perusahaan.

Dalam pernyataannya pers yang ditandatangani langsung oleh Padna, sebagai ketua serikat. Pengumuman yang disampaikan oleh perusahaan di atas, dianggap telah menyudutkan Panda sebagai ketua serikat buruh. Karena Panda bukanlah pemilik perusahaan yang mempunyai kewenangan untuk melakukan PHK atau juga memberikan pesangon para buruh yang di PHK.

Sementara dalam bagian akhir pernyataan persnya, tertulis berbagai tuntutan dari buruh yang diantaranya adalah menolak PHK sewenang-wenang oleh perusahaan. Mempekerjakan kembali para pengurus serikat dan anggota tanpa syarat. Membayarkan upah lembur sesuai aturan, serta memberikan kebebasan bagi buruh untuk mendirikan serikat. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]