Di Amerika, Sejak 1990 Sebanyak 271.800 Pekerja Media Kehilangan Pekerjaan

Amerika – Saat ini industri media cetak atau surat kabar sepertinya memang telah memasuki senjakalanya. Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia dengan telah tutupnya beberapa surat kabar nasional maupun lokal. Di Amerika, persoalan ini juga muncul.

Tercatat sejak tahun 1990, surat kabar di Amerika telah banyak yang gulung tikar. Dan dampaknya tentu saja pada pemutusan hubungan kerja para pekerja di media. Hal ini merupakan efek dari pergeseran yang masif industri media dari cetak ke online (daring).

Kementerian Ketenagakerjaan Amerika Serikat mencatat bahwa sekurangnya telah ada 271.800 orang yang kehilangan pekerjaan, sejak Januari 1990 hingga maret 2016. Angka tersebut mencapai 59,7% dari total pekerja yang bergelut di industri media.

Sementara itu untuk majalan, nasibnya sedikit ‘lebih baik’ daripada surat kabar. Tercatat ‘hanya’ 36% jumlah orang yang kehilangan pekerjaan. Sedangkan untuk radion mengalami penurunan 27%.

Berbanding terbalik, untuk penerbitan dan penyiaran internet, jumlah orang yang bekerja pada periode yang sama mengalami penginkatan. Dari sekitar 30.000 orang menjadi hampir 198.000 orang. Data tersebut dikutip olek Biro Statistik Ketenagakerjaan.

Begitu juga untuk industri perfilman yang juga mengalami pertumbuhan cukup besar. Naik sebesar 162%, menjadi 239.000 orang. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]