3 Bulan Tak Digaji, Ratusan Petugas Kebersihan Pekanbaru Aksi di Pemkot

Para petugas kebersihan saat menggelar aksi di depan Pemkot Pekanbaru. Sumber foto: jpnn.com

Pekanbaru – Ratusan petugas kebersihan di kota Pekanbaru, Riau pagi tadi melakukan aksi di depan kantor Walikota dan DPRD kota Pekanbaru. Pasalnya, rata-rata para petugas kebersihan selama 3 bulan terakhir mereka bekerja, tidak diberikan gajinya. Sementara petugas pengangkut sampah, sudah 2 bulan tidak mendapatkan gaji.

Para petugas kebersihan di Pekanbaru tersebut dipekerjakan oleh PT Multi Inti Guna, perusahaan rekanan dari Pemkot yang dipercaya menangani kebersihan di kota Pekanbaru.

Selain menuntut untuk segera dibayarkannya upah mereka, para petugas kebersihan juga menuntut agar upah mereka disesuaikan dengan upah minimum kota pekanbaru tahun 2016. Dan meminta kepada walikota Pekanbaru untuk mencopot Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pekanbaru.

Koordinator aksi demo, Purwanto mengatakan, kesejahteraan petugas buruh sampah yang tidak diperhatikan dan keterlibatan pihak swasta dalam penanganan sampah dianggap bukan solusi. Padahal berkat jasa para patugas kebersihan itu, Pekanbaru mendapatkan piala Adipura pada tahun 2014.

Dalam aksinya tersebut, para petugas kebersihan sempat ditemui oleh perwakilan dari Pemkot Pekanbaru, yaitu Asisten II, Dedi Gusriadi, Kadis DKP Edwin Supradana, Kadis Pasar Mahyudin, Kasatpol PP Zulfahmi Adrian dan Kabag Ops Polresta, Kompol M Sembiring.

Dalam dialog tersebut, Sepriadi salah seorang perwakilan dari pekerja menyampaikan tuntutan kejelasan atas nasib mereka. “Kami minta hak pekerja dituntaskan. Kedua, kami minta kepastian status pekerja, karena menurut info, mereka setelah ini tidak dipekerjakan lagi,” ungkap Sepriadi.

Menanggapi aksi tersebut, Asisten II, Dedi Gusriadi menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat terkait masalah ini. Ia mentakan bahwa telah ada kesepakatan dengan PT MIG sebagai perusahaan yang bertanggungjawab atas masalah pengupahan.

“Pertama, PT MIG harus Membayar tuntas kekurangan gaji pekerja. Kedua, PT MIG diberi waktu sampai jumat harus tuntas terkait masalah pengangkutan sampah. Jika tidak, kami akan rapat darurat. Ketiga, jika seandainya PT MIG angkat bendera putih untuk pengupahan, kita akan carikan solusi lain. Kami beri batas waktu sampai Jumat,” ujarnya.

Akibat dari menunggaknya upah para petugas kebersihan, terlihat di berbagai sudut kota penumpukan sampah, karena tidak diangkut oleh petugas kebersihan. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]