Kisah Pabrik Perakitan Mobil Pertama di Indonesia

Gambar pabrik perakitan mobil Chevrolet di Tanjung Priok, Jakarta. Sumber foto: chevystory.com

 
Chevrolet atau biasa orang menyebut ‘sehari-harinya’ dengan sebutan singkat Chevy, adalah sebuah produk otomotif asal Amerika yang didirikan oleh Louis Chevrolet, William Durant, dan Dr. Edwin R. Campbell pada tahun 1911.

Walau asalnya dari Amerika, namun perusahaan yang memproduksi mobil tersebut juga membuka pabriknya di Indonesia. Bukan baru-baru ini saja membuka pabriknya, namun sudah sejak tahun 1927. Dan ternyata, pabrik mobil Chevrolet merupakan pabrik perakitan mobil pertama di Indonesia.

Karena permintaan pasar yang tinggi terhadap Chevrolet, maka mendorong General Motors (GM), membangun pabrik perakitan mobil, di Tanjung Priok, 11 tahun kemudian (1938). Setelah tanggal 3 Februari 1927 ketika Naamloze Vennootschap General Motors Java Handel Maatschappij (NV GMJHM), didirikan oleh General Motors (GM), sebagai perusahaan terbatas sesuai hukum Hindia Belanda, Dutch East Indies.

Saat Amerika Serikat mendeklarasikan perang dunia II, Netherlands East Indies Army memesan truk, peralatan bengkel, mesin mesin berat, dan suku cadang kepada NV GMJHM yang kemudian dikirim ke sebuah gudang di dekat Solo. Namun menjelang kedatangan Jepang ke Pulau Jawa pada 9 maret 1942 seluruh mesin, peralatan dan sebagainya dihancurkan Militer Belanda.

Perang memang talah mendorong negara-negara untuk terus memproduksi berbagai macam kendaraan yang dibutuhkan untuk keperluan perang. Tak terkecuali dengan militer Belanda yang juga membutuhkan berbagai kendaraan untuk keperluan perang.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang dapat merakit mobil, NV GMJHM mengambil tenaga kerja dari Amerika, Inggris dan Belanda.

Mereka yang bekerja di perusahaan tersebut, pada saat pendudukan Jepang pada tahun 1942, ditangkap oleh militer Jepang. Dan hingga pada tanggal 31 Desember 1942, GM Corp menarik seluruh investasinya dari NVGMJHM.

Pasca Perang Dunia II, GM Overseas Operation cabang Jakarta dibentuk untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan tersebut. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Djakarta Branch dan ditugaskan untuk mengoperasikan pabrik perakitan setelah perang.

Djakarta Branch hanya beroperasi selama 7 tahun, dari tahun 1946 hingga 1953. Tutupnya pabrik tersebut seiring dengan kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing pada dekade 1950-an oleh pemerintah Indonesia. Tahun 1956 NV GMJHM dan Djakarta Branch dinyatakan dilikuidasi.

Rumah tinggal dari branch manager, termasuk perangkat furniture dan perlengkapannya, 6 bangunan rumah milik perusahaan, dan semua aset bernilai yang tercatat pada GM Java, dijual pada Kedubes Amerika Serikat di Indonesia.

Selama 7 tahun berdirinya Djakarta Branch telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Tak kurang dari 1.012 orang pekerja pabrik dan kantor cabang yang berkebangsaan Indonesia bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, Djakarta Branch dapat menciptakan perluasan jaringan berupa 41 cabang, dengan total 3.500 orang pekerja, dan juga mendorong terciptanya layanan jasa perbengkelan dan SPBU.

Selama 7 tahun beroperasi (1946-1953), Chevy mampu menghasilkan dan memasarkan 5.306 kendaraan pribadi, 14.050 kendaraan komersial/kendaraan umum, 3.811 rangka kendaraan komersial/kendaraan umum, dan 1.794 kendaraan yang telah diperbaiki, 102 unit perabotan rumah tangga, serta 202 mesin diesel dan mesin-mesin kapal.

Sumber Data:

http://chevroletjatim.blogspot.co.id/2014/02/sejarah-chevrolet.html

http://oto.detik.com/read/2013/07/02/130650/2290093/1207/inilah-pabrik-mobil-perdana-di-indonesia

http://www.kompasiana.com/ciput.putrawidjaja/sunan-pakubuwono-x-pemilik-mobil-pertama-di-indonesia_56248c81d47a61580506ad8a

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Aprelia Amanda

Aprelia Amanda

Reporter Kabar Buruh. Saat ini aktif berkuliah di IISIP Jakarta