Butut Pemogokan Massal di Perancis, Menteri Ekonomi Dilempari Telur oleh Buruh

Perancis – Aksi mogok kerja massal yang dilakukan oleh para pekerja di Perancis terus memanas. Terlebih mendekati ajang pagelaran Piala Eropa yang akan berlansung mulai tanggal 10 Juni 2016 nanti. Pemogokan tersebut digelar sebagai protes terhadap rencana reformasi undang-undang ketenagakerjaan.

Kemarin, Senin, 6 Juni 2016 dalam aksi mogok yang dilakukan oleh serikat buruh CGT melempari Menteri Perekonomian Prancis, Emmanuel Macron, dengan telur. Aksi itu telah menghentikan layanan kereta api selama enam hari berturut-turut dan melemahkan pelayanan publik di sejumlah kota di Perancis.

Seperti diwartakan oleh Antara, kepala Macron dipenuhi muncratan telur. Saat itu Macron sedang meluncurkan perangko dalam rangka memperingati 80 tahun pemerintahan, yang telah memberikan hak-hak baru bagi buruh Prancis.

Macron adalah salah seorang tokoh yang menganjurkan reformasi ekonomi, untuk melonggarkan aturan-aturan pasar buruh, untuk memajukan fleksibilitas dan kompetisi. Ia telah menjadi momok bagi kalangan gerakan buruh dan kelompok kiri di Perancis.

Dalam garis besar reformasi aturan ketenagakerjaan di Perancis, secara sederhana digambarkan bahwa nantinya para pengusaha akan lebih mudah mengangkat pekerja dan lebih mudah pula untuk memecat para pekerja.

Namun demikian, Macron mengatakan bahwa mereka yang menolak perubahan adalah kelompok yang tak akan memiliki masa depan ekonomi yang lebih baik. “Ini semua adalah hal yang normal, tapi tidak akan mengganggu tekad saya,” kata Macron kepada para wartawan setelah serangan telur itu.

Setelah hampir satu pekan pemogokan itu berlansung, jumlah buruh yang ikut serta dalam pemogokan mengalami penurunan. Perusahaan Kereta Api Negara, SNCF, mencatat hanya 8,5% pekerja kereta api yang masih melakukan pemogokan.

Presiden Perancis, Francois Hollande, yang beraliran sosialis, ikut meningkatkan tekanan terhadap serikat buruh CGT. Ia merasa tak mengerti jika pemogokan tersebut sampai membuat para penggemar sepakbola tidak dapat menyaksikan pagelaran Piala Eropa yang berlansung selama 1 bulan itu. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]