Lebih Dekat Bersama Nining Elitos

Pada hari Jumat (27/6/16), para kru kabarburuh.com, atau biasa kami sebut Tim Kabar Buruh Junior, mengadakan diskusi seputar perburuhan bersema dengan Nining Elitos, Ketua Umum KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia).

Nining mulai menceritakan awal bagaimana dia bisa sampai seperti sekarang ini, sebelum menjadi Ketua KASBI dan juga selalu menjadi korlap (koordinator lapangan) dari setiap aksi-aksi tuntutan perburuhan di Indonesia.

Menurut pengakuannya, Nining pada awalnya hanyalah sesosok perempuan biasa yang pada tahun 1996 berangkat dari kampung ke kota. Mencari harapan untuk di kota, agar mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik dari pada di kampung halaman.

Akan tetapi, ketika ia telah memasuki suatu lingkungan kerja, ia mulai merasakan bagaimana kerasnya dunia kerja. Ia menganggap banyak ketidakadilan oleh sistem kerja yang diterapkan perusahaan tersebut.

Tak jarang juga hati kecil seorang perempuan pembebas ini, mulai tersentuh untuk melakukan aksi demonstrasi dan menutut atas hak yang seharusnya perusahaan berikan.
Perjuangan dan sikap kritisnya tersebut, ternyata juga memberikan kesulitan untuk kehidupan pribadinya.

Ia pernah mengalami pahitnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di tiga perusahaan yg pernah ia singgahi. Semua sikap kritisnya, yang menunut hak-haknya sebagai buruh. Bahkan di kemudian hari, ia juga mengalami sulitnya mencari pekerjaan karena berbagai perusahaan menolaknya.

Pernah sekali waktu ia mencoba melamar kerja di sebuah pabrik di Bekasi. Ia serahkan surat lamaran di pos satpam. Saat hendak pergi, ia melihat fotonya dipajang di gerbang pabrik, disertai peringatan bahwa foto dan nama bersangkuan tak diperbolehkan bekerja di pabrik itu.

Teror dari orang-orang tidak dikenal yang sering mencarinya juga menjadi beban psikologis tersendiri. “Hidup ini bukan hanya sekedar bangga atau mensyukuri atas apa pekerjaan yang dimiliki,” ujarnya kepada kami.

Karena menurutnya, ketika kita bekerja pada suatu perusahaan, sesungguhnya kita haruslah sadar juga akan hak-hak yang kita miliki sebagai seorang buruh dan manusia bermatabat.

Nining dan KASBI
Serikat Buruh KASBI yang telah dipimpinnya selama tiga priode berturut-turut, cukup disegani sebagai suatu organisasi perburuhan. Dimana serikat yang dipimpinnya tersebut sering melawan arus perubahan zaman, yang menurutnya dimanipulasi oleh kaum-kaum kapitalisme berkolaborasi dengan pemerintah.

Contoh konkretnya adalah pada kasus BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan). Dimana menurut Nining, BPJS hanyalah sebuah asuransi Negara dan bukan jaminan sosial. Oleh karena konsepnya yang masih saja membebankan rakyat secara keseluruhan dengan iuran-iuran administratif yang harus dibayar.

Berangkat dari aksi-aksi dan demonstrasi yang Nining lakukan bersama KASBI, juga memberikan pesan kepada masyarakat luas, bahwa perserikatan buruh ini sesungguhnya menjadi pengeras suara dari segenap kepentingan masyarakat, dan bukan hanya mewakili tuntutan anggota serikatnya saja.

Pesan mendalam dari Nining pada akhir diskusi kepada kami: “Ketika kita hidup bukan hanya bangga untuk mencapai suatu kesuksesan pada diri sendiri, akan tetapi kebanggaan hidup itu akan diraih jika kita mampu bermanfaat untuk orang banyak ”.

Ia hanya satu dari sekian banyak pimpinan serikat buruh yang mempunyai kepedulian atas nasib buruh saat ini. Bukan hanya buruh bahkan, lapisan masyarakat lain yang tertindas oleh sistem ekonomi-politik saat ini juga dibelanya.

Dari apa yang kami dapat, barang tentu juga ada harapan besar kami terhadap dirinya. Harapan besar juga bagi pemimpin buruh lainnya. Harapan akan semakin banyaknya Nining Elitos yang lain, yang secara tulus memperjuangkan hak-ha masyakarat kelas bawah.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Miftah Irfan

Miftah Irfan

Reporter Kabar Buruh, saat ini masih aktif berkuliah di IISIP Jakarta.