Ormas Rumah Rakyat Indonesia Kecam Penangkapan Aktivis Tani di Sragen

Jakarta — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), yang juga deklarator Rumah Rakyat Indonesia (RRI), Said Iqbal mengecam penangkapan yang dilakukan aparat terhadap Koordinator Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Wilayah Jawa Timur Ubed Anom.

Seperti diketahui, Sabtu, 28 Mei 2016 Ubed ditahan di Polsek Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah, bersama dua petani yang sedang mengikuti Pelatihan Reforma Agraria dan Pemetaan Anggota KPA se-Jawa Tengah – Yogyakarta.

Menurut Sekjen KPA Iwan Nurdin, mereka ditangkap terkait sangkaan mengadakan kegiatan pelatihan tanpa ada surat pemberitahuan ke kepolisian setempat, melakukan pemetaan tanpa surat resmi dari kejaksaan, dan polisi bertindak atas laporan dari pihak perkebunan.

Atas kejadian itu, Said Iqbal menilai, represi ala Orde Baru telah dihidupkan kembali oleh rezim ini. Kebebasan telah dihilangkan, demokrasi diciderai. “Tidak hanya di Sragen. Di Bojonegoro, Keterlibatan militer hingga ke pedesaan untuk urusan sipil yang pernah terjadi pada masa Orde Baru kini terulang lagi,” ujar Iqbal.

Said Iqbal meminta kepada Panglima TNI untuk menghentikan keterlibatan militer hingga ke pedesaan untuk urusan sipil. “Saat ini bukan lagi masa orde baru. Jangan sampai demokrasi kembali diciderai,” tegasnya.

Rumah Rakyat Indonesia adalah organisasi maayarakat yang dideklarasikan pada tanggal 1 Mei 2016 lalu. Yang terdiri dari KSPI, FSPMI, KPBI, FSPASI, FSUI, dan beberapa elemen masyarakat lain, siap bersolidaritas untuk kalangan petani. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]